Nganjuk - Sepuluh menit. Itulah waktu yang dibutuhkan Aipda Romi R., Bhabinkamtibmas Desa Nglinggo, Kecamatan Gondang, untuk menyadarkan para petani bahwa kebiasaan parkir motor sembarangan di pinggir ladang adalah kebiasaan yang berbahaya. Pada Senin (8/6/2026), di sela-sela pemantauan panen bawang merah sebagai penggerak ketahanan pangan, ia menyempatkan diri berkumpul dengan sekelompok petani yang sedang beristirahat. Dengan gaya bicara yang santai tetapi penuh data, ia menjelaskan bahwa area persawahan yang sepi dan jauh dari keramaian adalah lokasi favorit bagi pelaku curanmor. “Bapak-bapak, maling tidak akan pernah bilang 'permisi' sebelum mengambil motor. Dia hanya butuh waktu tiga puluh detik,” ujarnya. Para petani yang tadinya santai langsung tersentak dan mulai memeriksa kondisi kendaraan mereka.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, mengapresiasi pendekatan preventif yang dilakukan Aipda Romi. Menurutnya, edukasi kamtibmas yang diberikan di sela-sela aktivitas produktif petani akan lebih mudah diserap karena disampaikan pada saat yang relevan. “Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman sekaligus mendukung produktivitas para petani agar kegiatan pertanian berjalan lancar dan kondusif,” ujar AKBP Suria. Panen bawang merah adalah momen di mana petani biasanya lengah, terlalu fokus pada hasil bumi hingga lupa bahwa di pinggir ladang ada aset berharga yang tidak boleh diabaikan.
Di lapangan, Aipda Romi tidak hanya berbicara, tetapi juga menunjukkan secara langsung beberapa titik parkir yang dinilai rawan. Ia mengajak petani berjalan ke lokasi parkir mereka dan memeriksa satu per satu: apakah kunci stang sudah terkunci? Apakah ada kunci tambahan? Apakah motor terlihat dari jalan raya? Beberapa petani mengaku selama ini tidak pernah memikirkan hal-hal tersebut karena merasa lingkungan ladang cukup aman. Namun Aipda Romi mengingatkan bahwa pelaku kejahatan biasanya beroperasi di saat korban sedang lengah, dan panen raya adalah saat yang paling lengah bagi petani. Setelah mendengar penjelasan tersebut, beberapa petani segera memindahkan motor mereka ke lokasi yang lebih aman.
AKP Sugina, Kapolsek Gondang, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus didorong karena efektivitasnya dalam menekan angka kehilangan kendaraan di area pertanian. “Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap keamanan lingkungan dan barang miliknya sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan aman, nyaman, dan hasil panen tetap terjaga,” ujar AKP Sugina. Dari ladang bawang merah Nglinggo, sepuluh menit percakapan antara Bhabin dan petani telah mengubah pola pikir banyak orang. Dan ketika kesadaran itu terus dipupuk, bukan tidak mungkin angka curanmor di kawasan pertanian akan menurun drastis. Karena pada akhirnya, keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi juga kesadaran kolektif dari mereka yang paling berkepentingan: para petani sendiri.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar