Pekarangan Bergizi ala Duren: Bhabin Suratin dan Warga Buktikan Lahan Sempit Bisa Lawan Krisis Pangan - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Minggu, 07 Juni 2026

Pekarangan Bergizi ala Duren: Bhabin Suratin dan Warga Buktikan Lahan Sempit Bisa Lawan Krisis Pangan


Nganjuk - Di tengah isu kerawanan pangan yang kadang menghantui, Desa Duren, Kecamatan Sawahan, memilih jalan yang berbeda: melawan dari pekarangan sendiri. Aipda Suratin, Bhabinkamtibmas yang berperan sebagai penggerak ketahanan pangan, bersama warga membuktikan bahwa lahan sempit sekalipun bisa menjadi benteng melawan krisis pangan. Pada Senin (8/6/2026), ia memantau langsung program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang ditanami singkong dan berbagai sayuran. Bedeng-bedeng sederhana di halaman rumah telah berubah menjadi sumber pangan yang andal, mengurangi ketergantungan warga pada pasar dan memberikan jaring pengaman saat harga bahan pokok melambung tinggi.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menjelaskan bahwa program P2B adalah bagian dari strategi Polri untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat keluarga. Dengan pendampingan Bhabinkamtibmas, masyarakat diajarkan untuk tidak selalu bergantung pada pasokan dari luar, tetapi mulai memproduksi kebutuhan pangan mereka sendiri. “Polri melalui Bhabinkamtibmas terus hadir mendampingi masyarakat agar pemanfaatan lahan pekarangan dapat berkembang dengan baik dan membantu memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar AKBP Suria. Tanaman singkong dan sayuran dipilih karena cepat panen, mudah dirawat, dan bisa dikonsumsi langsung tanpa proses industri yang rumit.

Di lapangan, Aipda Suratin melakukan pengecekan detail terhadap setiap pekarangan yang tergabung dalam program P2B. Ia tidak hanya menilai kesehatan tanaman, tetapi juga berdiskusi tentang bagaimana hasil panen bisa diolah menjadi produk yang tahan lama, seperti keripik singkong, sayuran kering, atau acar. Warga yang awalnya hanya berpikir untuk konsumsi harian kini mulai membayangkan potensi ekonomi dari pekarangan mereka. Beberapa bahkan berencana untuk menjual kelebihan hasil panen ke tetangga atau pasar kecil di desa. Pendampingan yang berorientasi pada keberlanjutan ini mengubah program P2B dari sekadar kegiatan subsisten menjadi gerakan ekonomi mikro yang menjanjikan.

IPTU Hanum Ayu Danastri, Kapolsek Sawahan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung program-program yang memberdayakan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan ketahanan pangan. “Kami berharap masyarakat semakin semangat memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman pangan dan sayuran sehingga dapat membantu mendukung kebutuhan pangan keluarga secara mandiri,” ujar IPTU Hanum. Dari Desa Duren, Aipda Suratin dan warga telah membuktikan bahwa lahan sempit bukanlah halangan untuk melawan krisis pangan. Dengan singkong, sayuran, dan semangat gotong royong yang didampingi polisi yang peduli, pekarangan rumah telah berubah menjadi garda terdepan dalam menjaga perut keluarga tetap kenyang di saat sulit sekalipun.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cegah Judi Online, Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa di Tangerang

Tangerang- Maraknya judi online dan pinjaman online ilegal di kalangan generasi muda mendorong Polri menggelar program Polri Goes to Campus ...

Post Bottom Ad