Berapa banyak uang yang Anda habiskan untuk membeli telur setiap bulan? Untuk keluarga kecil, bisa mencapai Rp100.000 hingga Rp200.000. Bayangkan jika uang itu bisa dihemat dan dialihkan untuk kebutuhan lain. Inilah yang mulai dirasakan warga Desa Kampungbaru, Nganjuk, berkat program pemanfaatan pekarangan untuk ternak ayam petelur yang digerakkan oleh BRIGPOL Siti Muflihcatin, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng. Pada Senin (25/5/2026), ia memantau langsung perkembangan peternakan rumahan warga binaannya, memastikan semuanya berjalan dengan baik. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menilai bahwa peternakan ayam petelur skala rumah tangga adalah solusi jitu untuk menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan gizi keluarga. Protein dari telur sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan menjaga kesehatan orang dewasa. "Polri melalui Bhabinkamtibmas terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang ada menjadi kegiatan produktif yang dapat menunjang kebutuhan pangan keluarga secara mandiri," ujar AKBP Suria. Dengan bantuan Bhabinkamtibmas, warga mendapatkan pendampingan teknis mulai dari pemilihan bibit ayam yang baik hingga manajemen pakan yang efisien.
Dalam kunjungannya, BRIGPOL Siti melakukan pengecekan kandang, memeriksa kesehatan ayam, dan berdialog dengan warga tentang kendala yang dihadapi. Beberapa warga mengaku awalnya ragu karena takut gagal, tetapi setelah melihat tetangganya berhasil, mereka jadi termotivasi. BRIGPOL Siti juga memberikan tips sederhana seperti memberikan ampas tahu atau dedak sebagai pakan murah dan menjaga kebersihan kandang setiap hari. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong kegiatan serupa di desa-desa lain. "Kami akan terus mendukung kegiatan anggota yang aktif memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional," tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan nasional dari tingkat desa. Tidak perlu investasi besar, cukup dengan niat dan ketekunan, setiap keluarga bisa memiliki sumber protein sendiri di pekarangan rumah. "Kami berharap pemanfaatan pekarangan untuk ternak ayam petelur seperti ini dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat lainnya agar lebih kreatif memanfaatkan lahan yang ada," ujar Kompol H. Ahmad Junaedi. Di Kampungbaru, ketahanan pangan bukan lagi tentang impor atau stok nasional, tetapi tentang kandang ayam di belakang rumah dan telur yang setiap pagi siap dikumpulkan.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar