Dalam upaya mewujudkan konsep pemolisian yang prediktif, proaktif, dan berbasis pemecahan masalah, Polri melalui kolaborasi dengan Universitas Borobudur resmi membentuk Pusat Studi Kepolisian yang mendukung implementasi Smart Policing. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, dalam Rapat Analisa dan Evaluasi Quickwins di Mabes Polri pada 9 April 2026, menjelaskan bahwa pusat studi ini dirancang untuk mengharmonikan berbagai model pemolisian, mampu memprediksi hingga merehabilitasi permasalahan, serta adaptif terhadap berbagai lingkungan sosial. Konsep Smart Policing yang diusung juga mencakup kemampuan mengatasi gangguan keteraturan sosial secara sistematis (by design), menjawab tantangan di ruang digital atau virtual, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan publik prima melalui one stop service.
Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Prof. Faisal Santiago, menyatakan bahwa pihaknya sangat antusias dengan langkah terbuka Polri dalam memanfaatkan riset ilmiah kampus sebagai dasar kajian penyusunan program-program kepolisian ke depan. Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi telah diimplementasikan melalui audiensi antara Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar dengan jajaran Universitas Borobudur pada 7 April 2026. Pertemuan tersebut membahas teknis pembentukan Posko Pusat Studi Kepolisian yang akan berfungsi sebagai sekretariat bersama untuk mendukung riset, kajian, dan pengabdian masyarakat di wilayah Jakarta Timur.
Secara nasional, Polri telah mencatatkan 77 MoU dengan kampus terkemuka, 25 PKS dengan universitas yang telah meluncurkan Pusat Studi Kepolisian, serta 16 pusat studi di STIK-PTIK Lemdiklat Polri. Wakapolri menegaskan bahwa ketika Polri sudah bisa masuk ke daerah kampus, kemampuan berpikir kritis dari dunia akademik akan memberikan saran dan masukan yang sangat berharga. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Polri berharap dapat menjembatani berbagai situasi darurat maupun kontinjensi, didukung oleh personel yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern, sebagai wujud nyata Transformasi Polri yang berbasis ilmu pengetahuan.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar