Buku KIR Tinggal Legenda: Polres Nganjuk Beri Pelajaran 17 Sopir Angkutan di Rejoso - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Senin, 13 April 2026

Buku KIR Tinggal Legenda: Polres Nganjuk Beri Pelajaran 17 Sopir Angkutan di Rejoso


Pemandangan puluhan kendaraan angkutan berhenti di pinggir Jalan Raya Ngrengket, Rejoso, Nganjuk, mewarnai Selasa (14/4/2026) saat Satlantas Polres Nganjuk menggelar operasi gabungan penegakan hukum lalu lintas. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa inspeksi keselamatan ini menyasar angkutan barang dan orang dengan fokus utama pada kelayakan teknis dan administrasi. Hasilnya, petugas menerbitkan 2 surat pemanggilan uji KIR serta melakukan 17 penindakan tilang manual terhadap berbagai pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menjelaskan bahwa masih banyak pengemudi yang menganggap buku uji KIR hanya formalitas belaka, padahal dokumen itu adalah bukti bahwa kendaraan telah dinyatakan aman untuk beroperasi. Dalam operasi ini, petugas juga menemukan kendaraan dengan rem yang sudah tidak berfungsi optimal dan lampu yang mati, yang jelas-jelas membahayakan pengguna jalan lain. Ia menambahkan bahwa selain tilang, tim juga memberikan imbauan dan leaflet edukasi tentang cara merawat kendaraan secara mandiri.

Polres Nganjuk berharap melalui operasi gabungan ini, budaya mengabaikan keselamatan angkutan jalan perlahan terkikis. Dengan 17 pelanggar yang ditindak, diharapkan efek jera menyebar luas sehingga tidak ada lagi sopir yang nekat membawa kendaraan tidak laik. Jika inspeksi seperti ini terus digalakkan, maka KIR bukan lagi sekadar legenda di buku tua, melainkan standar hidup yang dijunjung setiap pengemudi angkutan di Nganjuk.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Hanya Seremonial, "Sabuk Kamtibmas" Polres Lamongan Bukti Polisi Ingin Jadi Tetangga yang Baik

Acara silaturahmi dan halal bihalal "Sabuk Kamtibmas" yang digelar Polres Lamongan pada Kamis (16/4/2026) bukan sekadar seremonial...

Post Bottom Ad