Ada yang berbeda di Pelabuhan Gapura Surya Nusantara (GSN) tahun ini. Ketika Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup pada 25 Maret, Polres Pelabuhan Tanjungperak justru menggelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) keesokan harinya. Bukan tanpa alasan, langkah ini diambil untuk merespons fenomena arus balik yang ternyata tidak serta-merta surut setelah masa operasi berakhir. Justru sebaliknya, data menunjukkan lonjakan signifikan yang membutuhkan perhatian khusus hingga Selasa (31/3).
Berdasarkan catatan lapangan, dalam kurun 12 jam pada masa transisi tersebut, sebanyak 2.268 orang masuk ke Jawa Timur melalui Terminal GSN. Iptu Suroto, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, menyebut angka ini melonjak 56 persen dari rata-rata harian yang biasanya hanya sekitar 1.000 orang. Tidak hanya itu, arus penumpang yang keluar dari Jawa Timur juga mencatatkan kenaikan 54 persen dengan total 2.164 orang. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memanfaatkan sisa libur untuk melakukan perjalanan balik.
Dari sisi kendaraan, pola kepadatan juga terlihat jelas. Kendaraan roda dua yang masuk tercatat 160 unit, sementara yang keluar 148 unit. Kendaraan roda empat masuk 357 unit dan keluar 353 unit. Kendaraan besar seperti bus dan truk juga menunjukkan mobilitas tinggi dengan 109 unit masuk dan 193 unit keluar. Angka-angka ini menegaskan bahwa Pelabuhan GSN menjadi urat nadi transportasi yang terus berdenyut meski masa libur resmi telah usai.
Iptu Suroto menambahkan bahwa kelancaran yang terjadi selama periode ini tidak lepas dari kerja sama erat antara Polri dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi yang telah terjalin sejak puncak arus mudik terus dipelihara melalui KRYD, sehingga personel di lapangan tetap bisa bergerak cepat dalam mengantisipasi potensi kepadatan. Saat ini, fokus Polres Pelabuhan Tanjungperak adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami penurunan kualitas meskipun tengah memasuki masa transisi.
Polres Pelabuhan Tanjungperak juga mengingatkan para pemudik yang masih dalam perjalanan untuk tetap waspada terhadap potensi kelelahan dan cuaca yang tidak menentu. Imbauan untuk menjaga barang bawaan serta mematuhi arahan petugas di pelabuhan terus disampaikan secara berkala. Dengan KRYD yang masih berlangsung hingga akhir Maret, diharapkan seluruh rangkaian arus balik tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan tertib hingga titik terakhir.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar