Nganjuk- Di tengah dinamika pertanian modern yang sering mengabaikan kelestarian lingkungan, Desa Kedungsoko justru menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Bhabinkamtibmas dan petani mampu menciptakan ekosistem pertanian organik yang mandiri dan berkelanjutan. Bhabinkamtibmas Aiptu Eko Heri S. pada Selasa (14/7/2026) melaksanakan pemantauan terhadap program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang mengusung budidaya tomat organik berbasis pupuk kandang, sebagai implementasi dari instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan. Dalam kunjungannya, Aiptu Eko melihat bagaimana sinergi yang terjalin antara aparat kepolisian dan warga telah menciptakan sistem yang saling menguntungkan, di mana warga mendapatkan pendampingan teknis dan motivasi, sementara kepolisian berhasil mendorong terciptanya ketahanan pangan di tingkat desa.
Kapolres Nganjuk menekankan bahwa keberhasilan program P2B organik tidak lepas dari peran aktif Bhabinkamtibmas yang mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, Bhabinkamtibmas berhasil membangun kepercayaan warga sehingga mereka bersedia mengadopsi metode pertanian organik yang mungkin sebelumnya dianggap rumit dan berisiko. Polri berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi ini melalui berbagai program pemberdayaan, karena ketahanan pangan hanya dapat terwujud jika semua elemen masyarakat bergerak bersama dalam satu visi.
Kapolsek Sukomoro AKP Mujianto menambahkan bahwa Polsek Sukomoro akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai fasilitator dan motivator dalam pengembangan P2B organik, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda setempat sebagai agen perubahan. Beliau berharap agar ekosistem pertanian organik yang terbangun di Kedungsoko dapat menjadi laboratorium belajar bagi desa-desa lain yang ingin mengikuti jejak serupa, sehingga gerakan pertanian berkelanjutan semakin meluas di Kabupaten Nganjuk. Dalam dialognya dengan warga, Aiptu Eko juga mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan petani dalam saling berbagi pengalaman dan bibit, menciptakan budaya kebersamaan yang memperkuat ketahanan pangan komunitas.
Dengan kolaborasi yang terus dipupuk dan ekosistem yang semakin matang, diharapkan program P2B organik di Desa Kedungsoko mampu menjadi model pengembangan pertanian perkotaan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan kebutuhan pasar. Bhabinkamtibmas Aiptu Eko optimis bahwa dengan semangat kebersamaan, setiap tantangan dalam budidaya tomat organik dapat diatasi dan setiap peluang dapat dimanfaatkan secara optimal. Ketika kolaborasi menjadi budaya, maka ketahanan pangan bukan lagi sekadar program pemerintah, tetapi telah menjadi gerakan kolektif yang tumbuh dari kesadaran dan kerja sama warga Kedungsoko.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar