Selama ini polisi identik dengan tilang dan razia. Kini, Polda Jatim mengubah citra itu dengan menggelar KreaFest 2026, sebuah kompetisi video berbasis AI yang justru mengajak generasi muda berkreasi. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, meluncurkan acara ini sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Tujuannya: mendorong pemanfaatan teknologi AI secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab. Bukan tilang, hadiahnya adalah prestasi dan kesempatan menunjukkan bakat di era digital.
Kombes Abast menjelaskan bahwa AI saat ini berkembang pesat dan harus disikapi secara bijak. "Melalui KreaFest Polda Jatim 2026, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara positif," ujarnya Jumat (12/6/2026). Peserta diminta membuat video durasi 1-2 menit dengan tema keselamatan, pelayanan publik, literasi digital, atau isu sosial seperti bahaya judi online, kekerasan seksual, dan cyber bullying. Ini adalah ajang menyuarakan kebaikan lewat teknologi.
Peserta bebas menggunakan berbagai platform AI, mulai dari AI Image Generator, AI Video Generator, AI Voice Over, AI Animation, hingga AI Editing Tools. Video diunggah ke Instagram dan TikTok dengan mengikuti akun @humaspoldajatim dan @kreafestpoldajatim. Pendaftaran dibuka 4-22 Juni 2026. Sepuluh karya terbaik akan diumumkan 25 Juni 2026, dilanjutkan final presentasi dan pengumuman pemenang pada 27 Juni 2026. Ayo bersaing secara sehat dan tunjukkan bahwa anak muda Jatim bisa memanfaatkan AI untuk hal-hal hebat.
Panitia juga menerapkan aturan etis yang ketat. Karya tidak boleh mengandung SARA, pornografi, ujaran kebencian, plagiarisme, simbol terlarang, kekerasan ekstrem, atau deepfake ilegal. Peserta wajib ber-KTP Jawa Timur, dengan format MP4 atau MOV resolusi HD 720p-1080p, rasio vertikal 9:16. "Kompetisi ini merupakan upaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi secara etis, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat," tambah Kombes Abast.
Polda Jatim ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan literasi digital. KreaFest 2026 adalah bukti bahwa polisi bisa menjadi mitra kreatif generasi muda, bukan sekadar penegak hukum. "Kami berharap lahir karya-karya kreatif yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang kuat, edukatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas Kombes Abast. Dari Surabaya, polisi mengajak anak muda: buat video AI-mu, lawan judi online, dan raih kemenangan. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar