Malang- Malam 1 Suro yang sarat dengan berbagai tradisi dan kegiatan masyarakat menjadi perhatian serius Polres Malang yang menggelar penyekatan di sejumlah titik strategis, termasuk Simpang Garuda, Karanglo, Kecamatan Singosari, pada Rabu (17/6/2026) dini hari, untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan dua pemuda, MAR (20) warga Pujon dan RK (19) asal Nusa Tenggara Timur, yang kedapatan membawa senjata tajam, serta menindak delapan sepeda motor tanpa surat-surat lengkap yang mencoba menerobos penyekatan. Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan bahwa langkah preventif ini diambil untuk memastikan rangkaian acara pengesahan warga baru perguruan pencak silat dan perayaan malam 1 Suro berlangsung aman dan tertib tanpa ada insiden yang merugikan masyarakat.
Malang- Penyekatan yang dilakukan di Kecamatan Sumberpucung, Lawang, Pakis, Dau, hingga Singosari ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi kerawanan yang sering muncul di momen-momen tertentu, seperti aksi tawuran atau unjuk kekuatan antar kelompok. Kedua pemuda yang membawa senjata tajam langsung diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka, sementara delapan pengendara motor yang kedapatan tidak memiliki surat-surat kendaraan dikenai tilang sebagai bentuk penegakan aturan lalu lintas. AKBP Taat menyatakan bahwa penindakan ini adalah peringatan keras bagi siapa pun yang berniat mengganggu keamanan, karena Polres Malang tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
Malang- Melalui operasi penyekatan ini, Polres Malang ingin menyampaikan pesan bahwa keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama, dan setiap pelanggaran akan ditindak tanpa pandang bulu. AKBP Taat menegaskan bahwa komitmen Polres Malang untuk memelihara kamtibmas akan terus dijalankan dengan konsisten, terutama pada momen-momen yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial. Dengan tindakan preventif dan represif yang seimbang, Polres Malang membuktikan bahwa Polri hadir untuk melindungi masyarakat dari segala bentuk ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar, serta memastikan setiap tradisi dapat berjalan dengan damai dan tertib.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar