Jakarta- Sebuah energi besar mengalir di tubuh Polri menjelang Hari Bhayangkara ke-80, di mana hampir 95 persen anggota memiliki semangat perubahan yang tinggi menuju institusi yang lebih profesional dan modern. Hal ini terungkap dalam Dialog Kebangsaan bertajuk "Tribrata dan Catur Prasetya sebagai Kompas Etika Polri Presisi di Era Disrupsi Digital dan Keterbukaan Informasi" yang digelar di Swasana Lippo Kuningan Grand Ballroom, Jakarta, Selasa (23/6/2026), dengan menghadirkan narasumber Dr. Yudi Latif, Prof. Dr. Ary Ginanjar Agustian, dan Kapusjarah Polri Brigjen Pol Abas Basuni.
Jakarta- Prof. Dr. Ary Ginanjar Agustian, motivator dan pakar pengembangan SDM, memaparkan bahwa untuk mewujudkan Polri sebagai institusi kepolisian berkelas dunia menuju Indonesia Emas 2045, diperlukan tiga pilar utama: right people, right system, dan right values. Ketiganya, menurut Ary, akan melahirkan Polri yang bermoral dan berkelas dunia, sebuah cita-cita yang semakin mungkin terwujud mengingat tingginya semangat perubahan di internal Polri yang mencapai hampir 95 persen berdasarkan hasil survei yang dilakukan.
Jakarta- Cendekiawan Dr. Yudi Latif menambahkan bahwa dalam negara majemuk dan seluas Indonesia, modal terpenting dalam menjaga republik adalah kepercayaan publik, dan inti dari kepercayaan tersebut adalah etika yang harus terus diperkuat di seluruh jajaran Polri. Dialog kebangsaan ini menjadi ruang penting bagi Polri untuk merefleksikan diri dan menerima masukan dari pihak eksternal, sebuah keterbukaan yang diapresiasi oleh para narasumber sebagai langkah maju dalam proses pembenahan institusi secara berkelanjutan.
Jakarta- Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa berbagai pandangan, hasil riset, dan masukan yang disampaikan para narasumber menjadi modal penting bagi Polri dalam melanjutkan transformasi menuju institusi yang semakin profesional dan dekat dengan masyarakat. Dengan semangat perubahan yang tinggi dan komitmen terhadap nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, Polri optimis dapat menghadapi tantangan era disrupsi digital dan keterbukaan informasi, sekaligus menjaga kepercayaan publik sebagai aset paling berharga dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar