Satu Meja, Satu Kopi, Satu Tekad: Polres Madiun Kota Satukan Pendekar Lewat Kopi Pendekar - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Rabu, 13 Mei 2026

Satu Meja, Satu Kopi, Satu Tekad: Polres Madiun Kota Satukan Pendekar Lewat Kopi Pendekar


Senin malam (11/5/26) menjadi momen bersejarah bagi dunia persilatan Kota Madiun ketika Polres Madiun Kota menginisiasi "Kopi Pendekar" di Warung Garasi Cozy Space, Jalan Janursari. Para pelatih pencak silat dari berbagai perguruan se-wilayah Kota Madiun duduk bersama dalam tema “Bersaudara Dalam Silat Bersatu Menjaga Kota Madiun Bermartabat”, membahas situasi kamtibmas yang semakin kompleks menjelang bulan Suro. Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya karena komunikasi langsung antarpendekar ini adalah kunci utama menjaga stabilitas keamanan. Ia menegaskan bahwa silaturahmi seperti inilah yang diharapkan mampu mencegah gesekan antarperguruan yang kerap terjadi akibat kesalahpahaman sederhana.

AKBP Wiwin juga mengajak seluruh peserta untuk aktif menolak provokasi serta menjaga nama baik Kota Pendekar yang sudah melekat sebagai identitas Kota Madiun. Dalam diskusi yang hangat itu, semua peserta kompak mengikrarkan deklarasi komitmen bersama: menolak aksi anarkis, hoaks, ujaran kebencian, serta bersedia bersinergi dengan aparat untuk menciptakan situasi kondusif. Kapolres menambahkan bahwa Kopi Pendekar adalah bagian dari penguatan komitmen Jogo Jawa Timur (Jatim) yang tidak boleh hanya seremonial, tetapi harus berdampak nyata di lapangan. Hasilnya, suasana persaudaraan terasa begitu kental meski awalnya ada kekhawatiran tentang potensi gesekan di antara perguruan.

Kasat Binmas Polres Madiun Kota AKP Danar Suntaka turut memberikan penekanan khusus tentang peran senior dan pelatih dalam membina generasi muda pencak silat. Ia mengingatkan bahwa prestasi silat Indonesia yang mendunia bisa hancur jika anak didik terjerumus menjadi pelaku kekerasan jalanan atau mudah terprovokasi isu di media sosial. Oleh karena itu, para pelatih hadir tidak hanya untuk mengajarkan jurus, tetapi juga menanamkan filosofi luhur pencak silat yang menjunjung tinggi kedamaian dan persaudaraan. Kopi Pendekar menjadi media efektif untuk menyamakan persepsi tentang bagaimana mendidik generasi penerus yang santun namun tangguh.

Malam itu, secangkir kopi menjadi perekat yang menyatukan puluhan pendekar dari berbagai aliran. Polres Madiun Kota bersama para pelatih pencak silat membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk duduk bersama demi menjaga Kota Madiun yang aman, damai, dan bermartabat. Kopi Pendekar bukan sekadar nama, melainkan gerakan nyata menuju Jogo Jatim yang sesungguhnya. (Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masjid Al Ikhlas Polresta Sidoarjo Berubah Jadi Pelaminan: Seorang Tahanan Akhirnya Menikah

Masjid Al Ikhlas yang biasa digunakan untuk salat dan apel kepolisian, Jumat (29/5/2026) berubah fungsi menjadi tempat sakral. Bukan untuk k...

Post Bottom Ad