Bagi peternak kambing di Jogomerto, menjelang Iduladha adalah masa panen sekaligus tanggung jawab besar. Kambing yang sehat akan laku mahal dan layak dijadikan hewan kurban. Sebaliknya, kambing yang sakit bisa merugikan secara finansial dan menggagalkan niat ibadah. Di sinilah peran BRIPKA Candra Purniawan menjadi krusial. Sebagai bhabinkamtibmas yang juga penggerak ketahanan pangan, ia memantau setiap kandang, mengecek kondisi kambing, kebersihan pakan, hingga suhu lingkungan. Hasil pemantauan langsung dilaporkan ke dinas peternakan jika ada indikasi penyakit menular.
Lebih dari sekadar pengecekan fisik, Candra membangun kesadaran kolektif. Ia mengajak warga untuk saling mengingatkan, misalnya jika ada satu keluarga yang kambingnya menunjukkan gejala penyakit, maka tetangga diimbau untuk sementara tidak mendekatkan kambing mereka. Selain itu, ia juga memfasilitasi pelatihan singkat membuat pakan fermentasi sederhana dari jerami dan dedak. Ternyata pakan ini meningkatkan nafsu makan kambing sekaligus memperbaiki sistem pencernaannya. Banyak peternak mulai beralih ke metode ini karena biayanya murah dan hasilnya nyata.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengapresiasi kreativitas anggota di lapangan. Kompol H. Ahmad Junaedi juga menekankan bahwa pendampingan seperti ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang berbasis sumber daya lokal. Iduladha mendekat, dan warga Jogomerto kini tersenyum tenang karena kambing-kambing mereka dalam pengawasan ketat namun penuh kehangatan. Ekonomi meningkat, ibadah pun lancar, semua berkat kolaborasi sederhana antara polisi dan masyarakat.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar