Senin malam (25/5/2026), pukul 22.00 WIB, menjadi momen yang tidak terlupakan bagi CA (45), warga Kecamatan Baron, Nganjuk. Di rumahnya, Satresnarkoba Polres Nganjuk menggerebek dan menemukan barang bukti yang cukup memberatkan: empat plastik klip berisi sabu total 10,63 gram, satu set alat hisap, pipet kaca, dompet hitam kecil, beberapa plastik klip kosong, dan satu telepon genggam. Temuan plastik klip kosong mengindikasikan bahwa CA tidak hanya menyimpan untuk konsumsi pribadi, tetapi juga berpotensi mengedarkan. Petugas pun langsung mengamankan CA untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, Rabu (27/5/2026), menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang berani melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya. “Informasi dari warga sangat berharga bagi kami,” ujarnya. Kasatresnarkoba IPTU Sugiarto menambahkan, dari hasil interogasi awal, CA mengaku mendapat pasokan dari ST, seorang pria asal Trenggalek yang kini masuk DPO. Polisi masih memburu ST dan mengembangkan kemungkinan adanya jaringan lain. Barang bukti sabu seberat 10,63 gram sudah disita dan akan diuji di laboratorium forensik untuk memastikan keasliannya.
Proses hukum berjalan cepat. CA saat ini ditahan di Satresnarkoba Polres Nganjuk sambil menunggu berkas perkara dilengkapi. Petugas juga terus menganalisis ponsel CA untuk mencari petunjuk lebih lanjut tentang peredaran narkoba di wilayah Baron dan sekitarnya. Adanya plastik klip kosong yang turut disita menunjukkan bahwa pelaku mungkin sedang bersiap untuk transaksi. Jika tidak segera diungkap, berapa banyak orang yang akan terjerumus? Pertanyaan itulah yang mendorong polisi untuk terus bergerak.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba tidak akan pernah usai selama masih ada yang mencoba menjadi bandar atau pengedar. Satresnarkoba Polres Nganjuk mengajak seluruh masyarakat untuk tidak tutup mata. Setiap laporan bisa menyelamatkan anak, tetangga, atau keluarga sendiri dari bahaya narkoba. Dari sebuah dompet hitam kecil di Baron, kita semua belajar bahwa narkoba bisa bersembunyi di tempat yang paling tidak terduga. Karena itu, kewaspadaan kolektif adalah kunci.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar