SURABAYA - Selama ini, publik mungkin mengira Biro Logistik hanya tempat menyimpan barang. Polda Jatim membuktikan sebaliknya. Dalam Rakernis Slog Polri di Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (12/5/26), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan penghargaan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) terbaik tingkat Polda se-Indonesia kepada Polda Jatim. Ini adalah penghargaan berulang (Recurring Award), mengulang capaian serupa pada tahun 2025. Karolog Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengungkapkan bahwa prestasi ini adalah hasil dari sistem penatausahaan BMN yang tertib, transparan, dan akuntabel. Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun turut bangga atas capaian anak buahnya.
Apa dampak langsung dari pengelolaan BMN yang baik? Kombes Dirmanto menerangkan bahwa akurasi pencatatan BMN sangat memengaruhi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Polri telah 12 kali berturut-turut meraih WTP, dan kontribusi Polda Jatim dalam hal ini tidak bisa diabaikan. Setiap lembar aset, mulai dari kendaraan, senjata api, hingga perlengkapan kantor, harus tercatat dengan nilai yang tepat. Jika ada kesalahan, laporan keuangan nasional bisa terpengaruh. Karena itulah, kerja Rolog Polda Jatim selama ini sangat strategis, meski tidak banyak diketahui publik.
Penghargaan ini, menurut Kombes Dirmanto, adalah buah dari kerja tim. Ia secara khusus menyebut dukungan Kapolda dan Wakapolda Jatim yang selalu memberikan arahan dan ruang bagi Rolog untuk berinovasi. Selain itu, ia juga berterima kasih kepada seluruh anggota Polda Jatim, terutama di Biro Logistik, yang menjalankan tugas fungsinya secara optimal. “Ini bukan prestasi saya pribadi, tetapi kerja keras rekan-rekan semua,” ujarnya. Aslog Kapolri juga turut diapresiasi karena telah memberikan kepercayaan kepada Polda Jatim untuk mengelola BMN dengan standar tertinggi.
Kombes Dirmanto mengakui bahwa kebanggaan atas penghargaan ini wajar, tetapi ia tidak ingin berhenti di sini. “Penghargaan adalah cambuk untuk memotivasi kinerja ke depan lebih baik lagi,” tegasnya. Ke depan, ia berharap prestasi ini bisa ditularkan ke seluruh Polres di Jatim, sehingga tata kelola BMN di semua level semakin terstandarisasi. Karena pada akhirnya, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang didukung oleh manajemen logistik yang bersih, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar