Sabtu (2/5/2026) menjadi hari bersejarah bagi para buruh di Kabupaten Gresik. Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) yang biasanya dipakai untuk olahraga berubah fungsi menjadi pusat perayaan May Day yang meriah dan penuh kebersamaan. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menghela napas lega karena peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini berjalan kondusif tanpa satu pun insiden berarti. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen buruh yang telah menunjukkan sikap tertib dan dewasa. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari komunikasi intensif yang dibangun jauh-jauh hari antara Polres Gresik, Forkopimda, dan serikat pekerja.
Di balik kelancaran acara, ada operasi pengamanan berskala besar yang melibatkan 502 personel Polres Gresik, 200 personel dari instansi terkait, serta 500 personel Sabuk Kamtibmas. Apel siaga digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polres Gresik, mulai dari tingkat polres hingga polsek jajaran. Namun yang membuat pendekatan ini istimewa adalah fokus pada aspek humanis. Petugas tidak hanya berdiri tegap dengan atribut lengkap, tetapi juga turun berdialog, tersenyum, dan membantu kelancaran acara. Di sisi lain, pengaturan arus lalu lintas di sekitar Stadion Gejos juga dilakukan secara ketat agar masyarakat yang tidak ikut May Day tidak terganggu oleh kemacetan.
Acara inti peringatan May Day di Gresik kali ini memang dirancang untuk merangkul semua pihak. Ada tasyakuran bersama Forkopimda, di mana buruh dan pejabat duduk melingkar menikmati hidangan sederhana. Ada juga pembagian doorprize yang disambut antusias oleh para pekerja. Kapolres AKBP Ramadhan Nasution dalam sambutannya menekankan bahwa perayaan tahun ini adalah hasil dari sinergi yang matang. Ia mengapresiasi sikap terbuka dari serikat pekerja yang bersedia berdiskusi dan mencari titik temu sehingga May Day tidak perlu diwarnai aksi anarkis. Semua aspirasi tetap bisa disalurkan, tetapi dengan cara yang lebih elegan dan tetap menghormati kepentingan publik.
Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi Polres Gresik dan Forkopimda ke depannya. Mereka berharap stabilitas keamanan di Kabupaten Gresik terus terjaga, tidak hanya saat May Day tetapi setiap hari. Hubungan harmonis antara buruh dan pemerintah diharapkan semakin terpelihara, karena pada akhirnya kesejahteraan pekerja adalah tanggung jawab bersama. Kapolres Ramadhan Nasution menutup apresiasinya dengan pesan agar semangat kebersamaan ini terus dibawa dalam setiap momen, baik saat ada aksi maupun dalam kegiatan sehari-hari. Gresik telah membuktikan bahwa May Day bisa dirayakan dengan sukacita, bukan dengan ketegangan. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar