Mimpi memiliki lahan pertanian luas tidak selalu terwujud bagi warga Desa Sidoharjo, Tanjunganom, Nganjuk. Namun, Rabu (15/4/2026), Aipda Sugeng, Bhabinkamtibmas setempat, membangunkan mimpi baru yang lebih realistis: menanam bawang merah di polybag. Cukup di pekarangan rumah, tanpa perlu membeli tanah atau menyewa sawah. Inovasi ini adalah cara Polri mengakselerasi program ketahanan pangan nasional dari level rumah tangga.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut bahwa peran Bhabinkamtibmas sangat krusial dalam mengubah perilaku masyarakat. Selama ini, banyak warga menganggap pekarangan tidak berguna. Aipda Sugeng membuktikan sebaliknya. Dengan polybag, pekarangan yang sempit sekalipun bisa menghasilkan bawang merah berkualitas. Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) pun mendapatkan momentum karena ada pendamping yang terus menerus hadir di tengah warga.
Aipda Sugeng secara berkala mengunjungi rumah-rumah warga binaannya. Ia memeriksa apakah polybag sudah mendapatkan sinar matahari cukup, apakah media tanam masih subur, dan apakah ada tanda-tanda hama. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti Polri hadir untuk solusi, bukan sekadar slogan. Dengan pendampingan seperti ini, warga tidak merasa sendirian dalam menghadapi tantangan pangan.
Ke depan, Desa Sidoharjo diharapkan menjadi pusat belajar bagi desa-desa lain. Tidak perlu sawah hektaran, cukup polybag dan semangat. Bawang merah yang tumbuh subur akan memenuhi kebutuhan dapur sekaligus menambah penghasilan keluarga. Polri, TNI, dan pemerintah desa bersinergi membangun ketahanan pangan dari akar rumput. Sidoharjo membuktikan: inovasi sederhana, dampak luar biasa.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar