Bukan Operasi Tangkap, Tapi Operasi Selamatkan Air - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Selasa, 14 April 2026

Bukan Operasi Tangkap, Tapi Operasi Selamatkan Air


Senjata tidak dikokangkan, tongkat tidak diangkat, yang dipegang adalah parang dan cangkul. Itulah yang terjadi di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, pada Rabu (15/4/2026). Brigadir Agung Pamuji bersama Babinsa dan perangkat desa menggelar operasi yang tidak biasa: menyelamatkan irigasi dari sumbatan. Target mereka bukan bandit atau preman, melainkan lumpur dan sampah yang mengancam pasokan air untuk tanaman jagung.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut bahwa keterlibatan Polri dalam pengecekan irigasi adalah bagian dari komitmen terhadap program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, polisi tidak boleh hanya reaktif terhadap kejahatan, tetapi juga proaktif menjaga sumber daya yang menopang hidup masyarakat. Air untuk jagung adalah salah satunya. Jika irigasi bermasalah, maka petani akan kehilangan hasil, dan itu bisa memicu kerawanan sosial.

Di lapangan, tim bergerak sistematis dari hulu ke hilir. Mereka mencatat titik-titik rawan penyumbatan dan langsung membersihkannya. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa sinergitas antara TNI, Polri, dan desa harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan hanya rapat koordinasi. Dengan irigasi yang bersih, distribusi air ke lahan jagung menjadi lancar, pertumbuhan tanaman optimal, dan hasil panen meningkat drastis.

Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Tidak hanya di Malangsari, tetapi juga di desa-desa lain di Kabupaten Nganjuk. Ketahanan pangan bukan slogan, tetapi hasil dari kerja gotong royong yang konsisten. Polri dan TNI membuktikan bahwa mereka bisa menjadi mitra petani, bukan hanya penjaga malam. Air mengalir, jagung subur, dan Nganjuk semakin kuat.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bukan Sekadar Finis, Kemala Run 2026 Buktikan Setiap Langkah Bisa Menolong Korban Banjir

Bali, 19 April 2026, menjadi tanggal penting bagi ribuan pelari yang tidak hanya mengejar waktu terbaik, tetapi juga meninggalkan dampak sos...

Post Bottom Ad