Melihat Polisi Memanen Sayur, Warga Candirejo Nganjuk Makin Semangat Berkebun - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Selasa, 07 April 2026

Melihat Polisi Memanen Sayur, Warga Candirejo Nganjuk Makin Semangat Berkebun


Pemandangan tidak biasa terlihat di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, ketika Aiptu Agus Purwanto, Bhabinkamtibmas setempat, terlihat asyik memantau tanaman cabai dan terong di pekarangan warga pada Rabu (8/4/2026). Bukan tanpa alasan, ia sedang melaksanakan tugas sebagai penggerak ketahanan pangan melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang bertujuan menyulap lahan kosong menjadi sumber pangan produktif. Kapolsek Loceret AKP Triyono menjelaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas sebagai penggerak ketahanan pangan merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah yang ingin menciptakan kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga. Dengan turun langsung ke pekarangan, Polres Nganjuk ingin menginspirasi masyarakat bahwa menanam sayur sendiri itu mudah, murah, dan sangat bermanfaat untuk keluarga.

AKP Triyono menegaskan bahwa pihaknya mendorong setiap Bhabinkamtibmas untuk aktif hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga kamtibmas tetapi juga menjadi penggerak dalam pemanfaatan lahan pekarangan agar lebih produktif dan bermanfaat. Menurutnya, kehadiran polisi yang konsisten memantau program P2B memberikan pesan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas dinas pertanian. Kapolsek juga mengakui bahwa antusiasme warga Desa Candirejo meningkat drastis setelah melihat Aiptu Agus sendiri yang tidak sungkan masuk ke pekarangan dan ikut memeriksa kondisi tanaman. Hal ini menjadi bukti bahwa keteladanan seorang polisi bisa menjadi faktor pendorong yang sangat kuat bagi perubahan perilaku masyarakat.

Dalam pemantauannya, Aiptu Agus Purwanto berdialog dengan warga untuk mengetahui perkembangan pemanfaatan lahan serta kendala yang dihadapi, seperti kurangnya pengetahuan tentang pengendalian hama secara alami. Ia pun langsung mempraktikkan cara membuat pestisida nabati dari bawang putih dan cabai, yang bahan-bahannya mudah didapat dari dapur. Warga yang awalnya ragu menjadi penasaran dan ingin mencoba sendiri di rumah, menunjukkan bahwa pendekatan praktik langsung lebih efektif daripada sekadar teori. Aiptu Agus juga mengingatkan warga untuk tidak menggunakan pestisida kimia berlebihan, karena bisa merusak tanah dan membahayakan kesehatan.

Aiptu Agus Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan kepada masyarakat agar semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus membangun gaya hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran organik dari pekarangan sendiri. Ia berharap program P2B tidak hanya berhenti pada satu musim tanam, tetapi menjadi budaya baru yang diwariskan kepada anak cucu. Polres Nganjuk berharap masyarakat semakin termotivasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan, tidak peduli seberapa sempit lahannya. Pada akhirnya, ketika polisi dan masyarakat bahu-membahu mengelola pekarangan, ketahanan pangan nasional bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang hidup di setiap rumah.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Satlantas Nganjuk Bawa Rambu ke Sekolah, Siswa SMK PGRI 1 Diajak Kenali Tanda di Jalan

Puluhan rambu lalu lintas mini menghiasi Aula SMK PGRI 1 Nganjuk pada Rabu (8/4/2026), bukan untuk pameran tetapi untuk media edukasi progra...

Post Bottom Ad