Dari RPJPN ke Grand Strategy: Wakapolri Peta Jalan Humas Polri Menuju Indonesia Emas 2045 - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Rabu, 15 April 2026

Dari RPJPN ke Grand Strategy: Wakapolri Peta Jalan Humas Polri Menuju Indonesia Emas 2045


Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo tidak hanya berbicara soal taktik harian kehumasan, tetapi merangkum visi besar hingga 20 tahun ke depan dalam Rakernis Humas Polri 2026 di Jakarta. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Humas untuk memahami RPJPN 2025-2045 dengan delapan agenda pembangunan nasional dan transformasi digital sebagai pilar utama, serta Grand Strategy Polri 2025-2045 yang terbagi dalam empat tahap. Apresiasi ia sampaikan atas peningkatan kualitas strategi manajemen media jajaran Humas, namun ia menegaskan bahwa semua capaian itu harus selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Humas tidak boleh bekerja dalam ruang hampa, melainkan menjadi bagian integral dari pembangunan nasional. (Avs)

Wakapolri menjelaskan bahwa Grand Strategy Polri dimulai dari penguatan pondasi organisasi, kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas, hingga pada akhirnya terwujud Polri yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada masyarakat. Lima tujuan utama Polri, mulai dari menjaga kamtibmas, penegakan hukum yang adil dan humanis, hingga transformasi menuju organisasi modern berbasis teknologi, harus dicapai secara terukur. Humas memiliki peran kunci dalam mengkomunikasikan setiap tahapan ini kepada publik, membangun pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap proses transformasi internal Polri. (Avs)

Dalam konteks operasional kehumasan, Wakapolri menekankan pentingnya pendekatan intelligence-led communication dengan mengoptimalkan big data dan artificial intelligence. Monitoring real-time, analisis cerdas, dan respons cepat terhadap isu viral menjadi keharusan. War Room Humas harus dioptimalkan sebagai pusat kendali informasi untuk memonitor tren, menentukan langkah mitigasi, serta amplifikasi pesan. Ia juga mengingatkan bahwa setiap konten harus menggunakan framework komunikasi berbasis akurasi, relevansi, dan tujuan jelas. Fungsi kehumasan juga harus diinternalisasi di seluruh lini Polri sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023, karena setiap personel adalah komunikator institusi. (Avs)

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa Divisi Humas Polri adalah representasi utama dalam komunikasi Polri kepada masyarakat. Humas harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan strategic intelligence-led communication, sekaligus menjaga marwah institusi Polri di ruang publik. Dengan memahami peta jalan nasional dan institusional, serta menguasai teknologi digital dan komunikasi empatik, Humas Polri siap mengantar institusi menuju Indonesia Emas 2045. Wakapolri pun mengingatkan bahwa perjalanan ini panjang, namun dengan fondasi yang kuat dan arah yang jelas, semua bisa dicapai.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaring Atlet Potensial dari Kalangan Polisi, Kapolda Jatim Resmi Buka Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80

Siapa sangka, di balina pelindung dan pengayom masyarakat, tersimpan atlet-atlet potensial yang mungkin selama ini tidak terpantau. Kapolda ...

Post Bottom Ad