Enam titik di Kabupaten Sumenep menjadi saksi inspeksi mendadak yang dilakukan Kapolres AKBP Anang Hardiyanto bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Rabu pagi (01/04/2026). Mulai dari SPBU Kalianget, SPBU Pemkab di Kecamatan Kota Sumenep, SPBU Patean Batuan, SPBU Bluto, hingga SPBE di Bluto dan Saronggi—semua disambangi untuk mengecek langsung ketersediaan BBM dan elpiji. Langkah ini diambil setelah beredar isu yang meresahkan tentang kelangkaan dan rencana kenaikan harga per 1 April 2026. Hasil pengecekan memastikan bahwa stok di seluruh lokasi dalam kondisi aman dan tidak ada tanda-tanda gejolak distribusi.
AKBP Anang Hardiyanto yang didampingi Kabag SDM Kompol Widiarti S., Kasat Intelkam AKP Moh Nurul Komar, serta perwakilan Satreskrim Ipda Okta, menegaskan bahwa informasi tentang kenaikan BBM adalah hoaks murni. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada berita yang sumbernya tidak jelas. "Kami bersama pemerintah daerah mengecek langsung lokasi-lokasi SPBU dan SPBE. Kami pastikan bahwa untuk wilayah Sumenep khususnya, ketersediaan BBM di SPBU dan Gas Elpiji di SPBE stock cukup atau aman," tegasnya. Para pengelola SPBU juga diminta untuk proaktif memberikan informasi akurat kepada konsumen.
Kabag ESDA Sumenep Dadang Dedy Iskandar mengimbau warga agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena tindakan tersebut justru bisa menciptakan kelangkaan semu. Ia memastikan bahwa rantai pasok dari Pertamina ke SPBU-SPBU di Sumenep berjalan normal. Dengan adanya sidak komprehensif ini, Polres Sumenep berharap masyarakat dapat kembali tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring rutin untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi di wilayah Kabupaten Sumenep.(Avs)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar