Mimpi menjadi perwira polisi kini terbuka lebar bagi siapa pun tanpa harus memiliki "koneksi". Polri secara resmi menegaskan bahwa rekrutmen Taruna-Taruni Akademi Kepolisian tahun anggaran 2026 hanya akan menggunakan jalur reguler, tanpa kuota khusus atau jalur titipan. Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Anwar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Senin (6/4), menyatakan bahwa prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, Humanis) akan diterapkan secara konsisten di setiap tahapan seleksi. Artinya, objektivitas dan kejujuran adalah harga mati.
Irjen Pol. Anwar menekankan bahwa transparansi bukan sekadar wacana, melainkan strategi nyata untuk membuka seluruh proses kepada publik. Setiap tahapan seleksi dapat dilihat dan diawasi, baik oleh internal Polri maupun lembaga eksternal. Dengan animo pendaftar mencapai 7.988 orang dan 5.432 telah terverifikasi, persaingan dipastikan ketat namun sehat. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menambahkan bahwa kanal pengaduan berupa hotline dan QR Code telah disiapkan untuk memudahkan masyarakat melaporkan indikasi kecurangan.
Polri berharap rekrutmen ini menjadi tonggak baru dalam sejarah penerimaan calon perwira yang benar-benar berkualitas. Investasi SDM jangka panjang ini ditujukan untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan tugas. Dengan sistem yang bersih dan humanis, tidak ada lagi alasan bagi siapa pun untuk meragukan integritas seleksi Akpol 2026.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar