Siapa sangka, para pengemudi ojek online yang biasa melesat di jalanan kini menjadi benteng terdepan Polresta Malang Kota dalam menyikapi isu global. Dalam silaturahmi yang digelar di basecamp PDOI, AKP Rio Angga secara terbuka mengakui bahwa driver ojol memiliki mobilitas dan interaksi sosial yang tak tergantikan, sehingga mereka rawan terpapar sekaligus berpotensi menyebarkan euforia dari isu kelangkaan BBM. Karena itu, polisi memilih pendekatan persuasif, bukan represif, dengan mengajak 700 anggota PDOI menjadi penjaga stabilitas dari tingkat jalan.
Pertemuan yang dihadiri puluhan perwakilan driver ini juga menjadi ajang penyerapan aspirasi, di mana Puji Waluyo menyampaikan langsung kebutuhan dan keluhan anggotanya. Di luar dugaan, Polresta Malang Kota justru menawarkan perlindungan penuh dan menyebut kantor polisi sebagai "rumah" bagi ojol yang mendapat gangguan tugas. Pesan yang terus diulang adalah: jangan mudah terpancing isu global, verifikasi dulu, dan utamakan kondusivitas kota di atas kepentingan sesaat.
Dengan komitmen timbal balik ini, hubungan antara polisi dan komunitas ojol berubah dari yang sebelumnya cenderung transaksional menjadi kemitraan strategis. Kapolresta Kombes Pol Putu Kholis Aryana melalui arahan yang disampaikan AKP Rio ingin memastikan bahwa tidak ada pihak yang dirugikan ketika isu global menerpa. Yang terbangun di Taman Merjosari bukanlah sekadar silaturahmi biasa, melainkan fondasi baru ketahanan kota berbasis komunitas.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar