"Pak polisi datang bukan untuk razia, tapi malah nanya kenapa daun cabai saya menguning," ujar salah satu petani di Desa Sumberkepuh, Nganjuk, setelah didatangi AIPDA Suroto pada Selasa (31/3/2026). Pemantauan lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) ini membuat warga tersentak sekaligus senang karena polisi peduli pada hasil tanam mereka.
Kapolsek Warujayeng Kompol Ahmad Junaedi menanggapi hangat cerita warga tersebut. "Itu adalah bentuk pelayanan yang ingin kami bangun: polisi yang dekat, polisi yang tahu persoalan pangan warga, bukan polisi yang hanya hadir saat ada musibah," ungkapnya saat dikonfirmasi terkait kegiatan anak buahnya.
Dalam interaksi yang berlangsung akrab, AIPDA Suroto tidak hanya memantau, tetapi juga ikut mencangkul kecil di sela-sela tanaman. Ia berdialog tentang harga pupuk, musim tanam, hingga cara menjual hasil panen agar tidak rugi, semua dibahas sambil bercanda ringan di bawah terik matahari.
Warga mengaku semakin termotivasi setelah melihat polisi mereka sendiri bersedia repot-repot mengecek tanaman. Kini, setiap pagi warga lebih rajin menyiram cabai karena merasa ada yang memperhatikan. Program sederhana ini berhasil membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa tumbuh subur jika aparat dan masyarakat saling bergandengan tangan. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar