Kabar baik menyelimuti pemantauan Satgas Saber Pangan Pusat di sejumlah wilayah Jawa Timur menjelang Lebaran 2026. Dalam inspeksi yang dilakukan di Pasar Wonokromo dan Pasar Induk Pare, tim mendapati bahwa pasokan komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan daging ayam dalam kondisi berlimpah. Harga-harga komoditas ini pun tercatat stabil, bahkan minyak goreng Minyakita mulai merambah luas ke pedagang dengan harga terjangkau, sebuah indikasi bahwa distribusi berjalan mulus.
Di sisi lain, pemantauan yang dilakukan hingga ke tingkat petani dan peternak menunjukkan bahwa sistem pangan di Jatim cukup resilien. Peternak ayam petelur di Kediri, misalnya, masih bisa menjual telur di tingkat kandang dengan harga yang memungkinkan mereka untung tipis. Namun Satgas mengingatkan agar harga di tingkat distributor dan pengecer tetap diawasi ketat agar tidak melewati batas HAP, terutama untuk telur yang saat ini sedikit di atas harga acuan.
Namun, sorotan tajam tetap tertuju pada cabai rawit merah. Di tingkat konsumen, harganya masih bertengger di kisaran Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Faktor cuaca buruk disebut-sebut sebagai biang kerok utama. Saat mengunjungi lahan petani di Kediri, tim Satgas melihat langsung dampak serangan hama akibat curah hujan tinggi yang membuat produksi jeblok. Satgas pun mendorong adanya fasilitasi distribusi pangan dari daerah sentra produksi untuk menekan biaya transportasi, sehingga harga cabai bisa segera kembali normal. (Avs)
.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar