Kepercayaan terhadap keamanan wisata Bromo kembali menguat setelah aparat berhasil mengungkap pencurian tas milik wisatawan Thailand. Dukungan pun datang langsung dari masyarakat adat Tengger.
Para tokoh adat mendatangi Mapolres Probolinggo untuk menyampaikan terima kasih atas respons cepat kepolisian. Mereka menilai langkah tersebut penting demi menjaga nama baik daerah.
Kepala Desa Ngadisari, Sunaryono, menyebut kejadian itu berpotensi merusak citra pariwisata nasional. Karena itu, ia mendorong agar proses hukum berjalan hingga tahap pengadilan.
Kapolres AKBP M. Wahyudin Latif mengungkapkan bahwa keberhasilan ini berkat sinergi antara polisi dan masyarakat. Ia menegaskan komitmen untuk menindak tegas setiap tindak pidana di kawasan wisata.
Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan pengunjung Bromo.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar