Pemulihan wilayah terdampak bencana tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga akses air bersih yang memadai. Hal ini mendorong mahasiswa STIK Angkatan 83 untuk membangun sumur bor di Aceh Utara.
Peresmian dilakukan oleh Trie Aprianto yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
Program ini diawali dengan survei menyeluruh guna memastikan kebutuhan warga. Air bersih dinilai sebagai faktor penting dalam mendukung kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Dipimpin oleh Didit Bambang Wibowo, para mahasiswa bekerja bersama masyarakat dalam proses pengeboran hingga instalasi pipa.
Salah satu mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ini adalah M Rizky Ali Akbar yang turut membantu koordinasi lapangan.
Kapolres menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli pada kesejahteraan warga.
Sumur bor tersebut diharapkan menjadi sarana vital yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat sekitar.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar