Jakarta- Ternyata, di balik kemudahan isi ulang pulsa yang kita gunakan sehari-hari, ada jaringan raksasa judi online yang memanfaatkannya sebagai mesin uang ilegal. Bareskrim Polri berhasil menguak praktik ini setelah menerima laporan masyarakat dan melakukan penyelidikan mendalam yang berujung pada penggerebekan serentak di tujuh lokasi strategis. Hasilnya, transaksi kotor senilai Rp890 miliar yang mengalir dari April 2025 hingga April 2026 berhasil diidentifikasi, menjadikan kasus ini salah satu pengungkapan judi online terbesar tahun ini. Dua jaringan yang terhubung dengan Kamboja ini berhasil diamankan, dengan total 23 tersangka yang kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Situs Ujangbet menjadi contoh sempurna bagaimana deposit pulsa mengubah cara orang berjudi tanpa perlu repot membuka rekening bank. Pemain cukup mengirimkan pulsa ke nomor yang tertera, lalu mendapat koin untuk bermain, sementara pulsa tersebut dikumpulkan admin di Kamboja dan dijual kembali melalui agen distributor di Batam, Medan, dan Pekanbaru. Metode ini tidak hanya menyamarkan aliran uang, tetapi juga memungkinkan anak-anak dan pelajar dengan mudah mengakses judi hanya melalui ponsel mereka. Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 28 handphone, 34 buku tabungan, dan uang tunai Rp10 miliar yang siap disita negara.
Sementara itu, kasus kedua yang digarap Satresmob Bareskrim menunjukkan sisi lain dari industri judi online yang lebih terorganisir dengan kantor fisik di Tangerang. Di Perumahan Amelio Village, Ruko Alam Sutera, dan Perumahan Tesla Utara, para tersangka menjalankan peran seperti perusahaan start-up dengan divisi telemarketing, customer service, dan tim IT. Mereka mengelola sembilan situs judi dengan omzet bulanan Rp1-2 miliar, memperkerjakan WNI di Kamboja sebagai operator. Polisi menyita 46 handphone, dua laptop, dan uang tunai sekitar Rp100 juta, mengonfirmasi bahwa aktivitas ini sudah berjalan lama dengan manajemen yang rapi.
Kapolri dan jajaran Bareskrim berkomitmen untuk tidak berhenti di sini, melainkan terus mengembangkan kasus untuk menelusuri aset-aset hasil kejahatan yang disembunyikan. Koordinasi dengan PPATK menjadi kunci untuk membekukan rekening-rekening yang terafiliasi, sementara pemblokiran situs dilakukan bersama Komdigi. Masyarakat diingatkan untuk waspada dan aktif melaporkan indikasi judi online di lingkungan sekitar melalui Call Center 110. Polri menegaskan bahwa perang melawan judi online adalah perang melawan kemiskinan dan perusakan moral bangsa, dan kemenangan hanya bisa diraih dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. (Avs)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar