Semarang- Kegaduhan langkah kaki seragam dan aroma semangat muda memenuhi Gedung Serba Guna Akpol Semarang ketika Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin langsung pemeriksaan penampilan terhadap 404 calon taruna Akademi Kepolisian. Kegiatan yang berlangsung dua hari ini menjadi tahak akhir dari proses seleksi panjang yang telah dijalani para peserta dari seluruh Indonesia. Bukan sekadar arak-arakan seragam, pemeriksaan ini adalah penilaian holistik untuk memastikan bahwa calon perwira Polri masa depan memiliki postur, mental, dan sikap yang sesuai dengan standar institusi.
Wakapolri dalam sambutannya menyoroti bahwa masa depan Polri tidak ditentukan oleh teknologi atau peralatan canggih semata, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia yang akan mengisi jajaran kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya menyiapkan generasi penerus yang bukan hanya mampu secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberanian untuk memimpin perubahan di tengah dinamika masyarakat yang terus bergerak cepat. Pemeriksaan penampilan, menurutnya, menjadi cermin akhir dari seluruh proses seleksi yang telah berlangsung berbulan-bulan.
Para peserta yang hadir merupakan hasil saringan ketat dari 36 biro SDM Polda di seluruh tanah air, di mana mereka telah melewati ujian administrasi, akademik, kesamaptaan jasmani, psikologi, kesehatan, serta pendalaman mental dan kepribadian. Setelah lolos di tingkat daerah, mereka dikirim ke Semarang untuk kembali menjalani tes serupa di tingkat pusat, dengan standar yang lebih tinggi dan pengawasan yang lebih ketat. Kini, di tahap akhir ini, 365 peserta pria dan 35 peserta wanita bersaing untuk memperebutkan kursi di Akademi Kepolisian yang terbatas.
Sederet pejabat utama Polri turut duduk sebagai penilai, termasuk Kalemdiklat, Asisten SDM, Kadiv Propam, Wairwasum, dan Gubernur Akpol. Kehadiran para jenderal bintang dua dan tiga ini menunjukkan bahwa proses seleksi tidak main-main, karena mereka ingin memastikan bahwa hanya kandidat terbaik yang lolos. Komjen Dedi menyebut bahwa rikpil bukanlah ajang untuk mencari kesempurnaan fisik, melainkan untuk mengonfirmasi bahwa hasil tes sebelumnya selaras dengan penampilan nyata calon taruna di hadapan para pewawancara senior.
Setelah dua hari penuh ketegangan, 404 catar akan menunggu keputusan akhir yang akan menentukan apakah mereka berhak mengenakan seragam abu-abu Akademi Kepolisian. Wakapolri berharap seluruh peserta dapat menerima hasil dengan lapang dada, karena proses seleksi ini telah dirancang seadil-adilnya untuk melahirkan perwira terbaik bagi bangsa. Bagi yang lolos, perjalanan panjang menjadi pemimpin Polri yang berintegritas baru akan dimulai, sementara bagi yang belum beruntung, pengalaman ini menjadi modal berharga untuk terus berjuang di masa depan.(Avs)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar