Nganjuk- Di pinggir-pinggir sawah, di bantaran sungai kering, dan di sela-sela tanaman pokok, kini tumbuh sulur-sulur hijau labu air yang merambat dengan riang, menandakan bahwa lahan yang dulu diabaikan kini memiliki jiwa baru. Semua ini tidak lepas dari kegigihan Aipda Agus H., Bhabinkamtibmas Polsek Berbek, yang menjadikan pemanfaatan lahan sela sebagai misi mulia untuk mewujudkan ketahanan pangan sebagaimana diamanatkan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan. Labu air dipilih bukan tanpa alasan, karena selain kaya vitamin dan mineral, sayuran ini juga memiliki permintaan pasar yang stabil sepanjang tahun.
Nganjuk- Pemantauan yang dilakukan secara rutin oleh Bhabinkamtibmas berfokus pada kesehatan tanaman, kecukupan nutrisi, serta deteksi dini serangan hama seperti kutu daun dan ulat grayak yang sering merusak daun dan buah labu air. Aipda Agus mengajarkan warga cara membuat pestisida alami dari campuran bawang putih, cabai, dan tembakau yang terbukti ampuh mengusir hama tanpa merusak ekosistem sekitar. Para petani yang dulunya mengandalkan pestisida kimia mahal kini beralih ke ramuan alami ini, menghemat biaya produksi sekaligus menjaga lingkungan tetap sehat.
Nganjuk- Dalam setiap kunjungannya, Bhabinkamtibmas meluangkan waktu untuk duduk bersama para petani di bawah naungan pohon, mendengarkan cerita suka duka mereka dalam merawat labu air dari hari ke hari. Dari percakapan santai ini, lahir solusi-solusi kreatif seperti pemanfaatan eceng gondok sebagai mulsa alami dan pembuatan kompos dari sisa panen labu yang tidak layak jual, yang kemudian dipraktikkan bersama dan memberikan hasil yang memuaskan. Warga merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan ini, karena selalu ada Bhabinkamtibmas yang siap membantu kapan saja mereka membutuhkan.
Nganjuk- Kapolsek Berbek AKP Darminto menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak diukur dari luas lahan yang ditanami, melainkan dari seberapa banyak keluarga yang merasakan manfaat ekonominya dan seberapa besar semangat gotong royong yang tumbuh di masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan Desa Sonopatik sebagai laboratorium hidup bagi pengembangan pertanian lahan sela, dengan labu air sebagai komoditas unggulan yang akan terus dibina dan dikembangkan secara berkelanjutan.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar