Mojokerto- Suasana berbeda terasa di Aula SMK Asy-Syarif pada Senin pagi, ketika puluhan personel Satlantas Polres Mojokerto menyapa langsung para pelajar dengan pesan yang tidak biasa. Program bertajuk "Polantas Menyapa" yang digagas Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata ini mengusung misi ganda, yaitu menanamkan budaya tertib berlalu lintas sekaligus memberantas fenomena perundungan yang kerap menghantui dunia pendidikan. Kasatlantas AKP Bernardus Bagas Simarmata menyebut bahwa penggabungan dua tema besar ini adalah terobosan strategis, mengingat keduanya sama-sama mengancam masa depan generasi muda jika tidak ditangani secara serius.
Para siswa yang hadir mendapatkan pemahaman bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di kalangan remaja, sehingga kesadaran sejak dini sangat diperlukan. Di sisi lain, paparan mengenai bullying fisik, verbal, hingga perundungan di ruang digital membuka mata banyak peserta tentang betapa luasnya dampak psikologis yang ditimbulkan. Personel seperti Aipda Fajar Sumpono dan Bripda Aisha Evelyna dengan sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari siswa, menciptakan ruang dialog yang aman dan penuh kepercayaan. Mereka menekankan bahwa sikap saling menghargai adalah fondasi utama baik di jalan raya maupun di lingkungan pertemanan sehari-hari.
Kapolres Mojokerto melalui Kasatlantas menyampaikan bahwa kegiatan ini bukanlah acara sekali jalan, melainkan bagian dari program berkelanjutan yang akan menyasar sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Mojokerto. Dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif, Satlantas ingin mengubah citra polisi yang sering dianggap menakutkan menjadi mitra pelajar dalam membangun karakter positif. Dukungan penuh dari dewan guru SMK Asy-Syarif juga menjadi kunci suksesnya acara, karena mereka melihat langsung antusiasme dan perubahan sikap siswa setelah mengikuti sesi bimbingan.
Keberhasilan "Polantas Menyapa" di SMK Asy-Syarif diharapkan menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya untuk tidak ragu berkolaborasi dengan aparat kepolisian dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Dengan sinergi yang terus digalakkan, Polres Mojokerto optimistis angka kecelakaan lalu lintas dan kasus perundungan di kalangan pelajar dapat ditekan secara signifikan. Semangat "Polisi Rakyat" yang diusung oleh jajaran Polres menjadi bukti bahwa kehadiran polisi tidak hanya untuk menindak, tetapi juga untuk mendidik dan melindungi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar