Nganjuk- Tidak perlu lahan luas untuk memulai ketahanan pangan, cukup selembar dinding atau pagar rumah yang dimanfaatkan dengan sistem tanam vertikal. Aipda Gogot, Bhabinkamtibmas Desa Watudandang, menjadi garda terdepan dalam menggerakkan warganya mengoptimalkan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) melalui metode vertikultur, seperti yang terlihat pada kegiatan pemantauan awal Juli 2026. Pendekatan ini berhasil mematahkan paradigma bahwa rumah dengan halaman kecil tidak bisa berkontribusi pada program pangan nasional, karena justru di situlah kreativitas dan ketekunan diuji.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan mengapresiasi langkah terobosan ini sebagai bukti Polri hadir tidak hanya dalam situasi darurat, tetapi juga dalam pembangunan keseharian masyarakat. Dalam praktiknya, Aipda Gogot tak hanya memeriksa kesuburan tanaman, tetapi juga memberikan edukasi tentang pengendalian hama ramah lingkungan serta pemanenan tepat waktu agar kualitas sayuran tetap prima. Warga pun merasa terbantu dengan pendampingan intensif ini, karena mereka mendapat solusi atas masalah yang selama ini dianggap sepele.
Kapolsek Prambon AKP Afrizal Akbar Haris menambahkan bahwa inovasi seperti ini harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan semua elemen, termasuk karang taruna dan PKK, agar hasilnya lebih optimal dan merata. Ia berencana menggelar lomba kebun vertikultur antar dusun untuk memicu semangat kompetisi sehat sekaligus berbagi pengalaman antarwarga. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi dari hasil panen. Maka, ketahanan pangan tidak lagi sekadar jargon, melainkan gaya hidup yang membumi dan berkelanjutan. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar