Nganjuk- Inovasi teknologi pertanian sederhana menjadi solusi yang ditawarkan Bhabinkamtibmas Desa Lumpang Kuwik, Aipda Zaenal, saat melaksanakan pemantauan pertumbuhan jagung pada Senin (13/7/2026) sesuai arahan Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan. Bhabinkamtibmas melihat bahwa petani perlu memiliki cadangan air dan cara menjaga kelembapan tanah di musim kemarau, sehingga ia mendorong mereka untuk menggunakan pompa air portable dan teknik mulsa untuk menghemat air. Langkah inovatif ini diharapkan dapat membantu petani bertahan ketika debit air di saluran irigasi utama mulai menurun.
Kapolres Nganjuk menekankan bahwa teknologi sederhana seperti pompa air dan mulsa adalah investasi jangka panjang yang sangat bermanfaat bagi petani di tengah ketidakpastian iklim. Melalui pendampingan Polri, petani diajak untuk tidak bergantung sepenuhnya pada air irigasi dari saluran utama, tetapi mulai mengembangkan sumber air alternatif dan teknik konservasi kelembapan tanah. Aipda Zaenal dalam kunjungannya memberikan contoh penggunaan mulsa dari jerami untuk menjaga kelembapan tanah dan mengurangi penguapan.
Kapolsek Jatikalen AKP Yoni Susilo menambahkan bahwa petani yang berani berinovasi dan menggunakan teknologi pertanian sederhana akan lebih mandiri dalam menghadapi tantangan musim kemarau. Mereka tidak perlu khawatir kehabisan air karena sudah memiliki cadangan dan teknik yang dapat dimanfaatkan saat debit air menurun. Pendampingan Polri melalui Bhabinkamtibmas menjadi wadah bagi petani untuk berbagi pengalaman tentang teknologi pertanian yang terbukti efektif dan terjangkau.
Desa Lumpang Kuwik diharapkan menjadi desa yang adaptif dan inovatif dalam mengelola sumber daya air dan menjaga kelembapan tanah, sehingga produktivitas jagung tetap terjaga meskipun dihadapkan pada tantangan iklim yang ekstrem. Dengan pompa air dan teknik mulsa yang diterapkan, petani dapat memastikan tanaman jagung mereka tetap mendapat cukup air hingga masa panen tiba. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Nganjuk untuk tidak takut berinovasi dan memanfaatkan teknologi sederhana demi kemandirian pangan yang berkelanjutan.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar