Bogor- Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting bagi Polri untuk merefleksikan perjalanan panjang pengabdian sekaligus meneguhkan komitmen transformasi berkelanjutan sebagai institusi kepolisian yang profesional dan humanis. Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, menyampaikan bahwa delapan dekade perjalanan Polri memiliki makna yang sangat mendalam, menunjukkan bagaimana institusi ini terus berkembang bersama rakyat. Dalam kesempatan di sela-sela Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, ia menekankan bahwa esensi dari seluruh perjalanan itu adalah Polri benar-benar hadir dan mengabdi untuk kepentingan masyarakat.
Trunoyudo menjelaskan bahwa tugas Polri sebagai pemelihara kamtibmas, pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, dan penegak hukum merupakan amanat konstitusi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Presiden juga menyampaikan bahwa keamanan merupakan modal utama pembangunan, baik dalam konteks sosial, ekonomi, maupun program pembangunan pemerintah. Oleh karena itu, Polri akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat, memberikan perlindungan ketika dibutuhkan, melayani dengan sepenuh hati, serta menegakkan hukum secara adil dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban.
Semangat "Polri untuk Masyarakat" diwujudkan tidak hanya melalui tugas pokok kepolisian, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang digelar selama Bulan Bakti Bhayangkara. Digitalisasi layanan seperti Super Apps Polri dan layanan darurat Polisi 110 menjadi bukti transformasi yang terus berjalan. Polri juga mendukung program strategis nasional seperti ketahanan pangan, pemenuhan gizi anak, peningkatan kualitas pendidikan melalui Yayasan Kemala Bhayangkari, serta penguatan kerja sama internasional dalam penanganan kejahatan transnasional. Integritas dan prestasi Polri diukur dari kepercayaan publik, sehingga nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya tetap menjadi kompas moral setiap insan Bhayangkara.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar