Nganjuk- Di Desa Lestari, Aiptu Adi Haryono membuktikan bahwa tugas polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kelangsungan hidup tanaman pangan warga. Jumat (3/7/2026), ia menyambangi lahan jagung yang mulai menunjukkan tanda-tanda stres akibat kurangnya pasokan air, sekaligus memetakan kondisi sumur dan saluran irigasi yang menjadi tulang punggung pertanian setempat. Dengan langkah cepat dan penuh perhitungan, ia berupaya memastikan setiap tetes air yang tersedia benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelamatkan tanaman jagung dari ancaman gagal panen.
AKBP Suria Miftah Irawan menyoroti pentingnya manajemen air yang efisien saat kemarau, karena setiap kesalahan dalam pembagian air bisa berakibat fatal bagi produktivitas lahan. Beliau menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan Aiptu Adi tidak sekadar mengecek ketersediaan air, tetapi juga mengedukasi petani tentang teknik pengairan berselang yang terbukti menghemat konsumsi air hingga tiga puluh persen. Kapolres Nganjuk itu berharap pola ini bisa diterapkan di seluruh wilayah yang rawan kekeringan agar produksi jagung nasional tidak terganggu.
Sambil sesekali memegang batang jagung untuk memastikan teksturnya masih kokoh, Aiptu Adi mencatat setiap keluhan petani dan segera menghubungi aparat desa untuk koordinasi perbaikan saluran irigasi yang tersumbat. AKP Edy Suwanda menggarisbawahi bahwa sinergi antara Polri, pemerintah desa, dan petani adalah kunci utama dalam menghadapi musim kemarau, dan Desa Lestari kini menjadi laboratorium hidup bagi pengelolaan sumber daya air yang bijaksana. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar