Nganjuk- Ketika mata para petani tertuju pada buah melon yang siap dipasarkan, Bripka Heru Setyo justru melirik ke arah deretan kendaraan yang diparkir kurang rapi di pinggir lahan persawahan. Jumat (3/7/2026) menjadi bukti bahwa peran polisi desa tak melulu tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang pencegahan melalui pengingat-pengingat halus yang disampaikan di sela-sela kegembiraan panen raya. Ia menyadari bahwa satu kelalaian dalam mengamankan motor atau mobil bisa merusak kebahagiaan yang sudah dibangun selama berbulan-bulan merawat tanaman.
Menurut AKBP Suria Miftah Irawan, program ketahanan pangan nasional tidak akan berjalan optimal jika masyarakat masih dibayangi oleh rasa tidak aman saat beraktivitas di lahan pertanian. Karena itu, pihaknya menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengintegrasikan edukasi kamtibmas ke dalam setiap kegiatan pendampingan pertanian, termasuk di Desa Pandantoyo. Pesan yang disampaikan sederhana namun krusial: kunci ganda adalah benteng pertama yang mencegah terjadinya tindak pencurian kendaraan bermotor yang selama ini sering terjadi di area persawahan yang sepi.
Di lapangan, Bripka Heru tidak hanya menyampaikan imbauan secara lisan, tetapi juga memperlihatkan contoh nyata bagaimana kunci ganda bekerja dan mengapa langkah ini lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan kunci standar pabrikan. Kompol Joni Suprapto menambahkan bahwa kesadaran kolektif yang tumbuh dari kegiatan ini akan menjadi modal sosial yang kuat dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan produktif. Dengan demikian, setiap kali petani turun ke sawah, mereka tidak perlu bolak-balik ke pinggir jalan hanya untuk memeriksa kendaraannya, sehingga waktu dan tenaga bisa dicurahkan sepenuhnya untuk meningkatkan hasil panen melon. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar