Kertosono- Selasa pagi, Aipda Iswandi tidak terlihat memegang buku laporan atau duduk di pos polisi. Ia justru terlihat asyik memegang batang jagung dan mengamati kesuburan tanah di lahan Bapak Marjono. Pemantauan langsung ini adalah instruksi dari Kapolsek Kertosono, Kompol Joni Suprapto, yang ingin mengubah cara pandang Bhabinkamtibmas dalam mendampingi warga. Menurutnya, mendukung ketahanan pangan nasional tidak cukup dengan spanduk atau sosialisasi di balai desa, melainkan dengan terjun langsung ke lokasi produksi pangan. Di situlah polisi bisa merasakan sendiri apa yang sebenarnya dibutuhkan petani.
Kertosono- Selama hampir satu jam, Aipda Iswandi mendengarkan celoteh Marjono tentang sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, mahalnya bibit jagung hibrida, dan kadang-kadang serangan tikus yang datang tiba-tiba. Semua keluhan itu ditampung, lalu dijanjikan akan diteruskan ke dinas terkait. "Kalau urusan pangan ini selesai, maka separuh tugas kepolisian dalam menjaga stabilitas sudah terlaksana," ujarnya. Pendekatan ini mendapat apresiasi dari warga sekitar yang mulai melihat polisi bukan lagi sosok yang ditakuti, melainkan mitra yang peduli pada nasib mereka sehari-hari.
Kertosono- Di sela-sela pembicaraan, Aipda Iswandi juga menyelipkan pesan kamtibmas ringan. Ia meminta Marjono dan petani lain untuk tidak meninggalkan alat-alat pertanian begitu saja di lahan karena rawan dicuri. Selain itu, ia juga mengimbau agar warga segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar area persawahan. Namun, semua pesan itu disampaikan dengan nada santai dan penuh keakraban. Marjono mengaku kagum karena polisi yang satu ini benar-benar tahu cara mendekati petani. Dengan langkah kecil seperti ini, Kertosono perlahan membangun fondasi ketahanan pangan dari akar rumput.(Avs)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar