Meruntuhkan Tembok Eksklusivitas: Polri dan Mimpi Inklusi bagi Penyandang Disabilitas - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Kamis, 25 Juni 2026

Meruntuhkan Tembok Eksklusivitas: Polri dan Mimpi Inklusi bagi Penyandang Disabilitas



Jakarta- Selama bertahun-tahun, institusi kepolisian sering dipandang sebagai benteng yang sulit ditembus bagi kelompok marjinal, namun perlahan tapi pasti, tembok eksklusivitas itu mulai runtuh ketika Polri memperkuat program rekrutmen proaktif bagi penyandang disabilitas, sebuah langkah yang tidak hanya strategis secara organisasi tetapi juga monumental dalam konteks penghormatan hak asasi manusia. Komitmen ini semakin kokoh setelah Rancangan Undang-Undang Polri resmi disahkan, memberikan landasan hukum yang lebih kuat bagi kebijakan inklusif yang selama ini sudah berjalan melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, serta Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2019. Pada kesempatan konferensi pers di Jakarta, Kamis (25/6/2026), Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas adalah wujud nyata dari semangat Tribrata yang mengajarkan pengabdian tanpa batas dan tanpa diskriminasi.


Jakarta- Dalam pelaksanaannya, Polri menerapkan prinsip keadilan dan inklusivitas dengan tetap mengedepankan aspek kompetensi, integritas, dan kesesuaian dengan kebutuhan jabatan, namun dengan penyesuaian yang manusiawi terhadap kondisi disabilitas yang dimiliki peserta. Artinya, standar kualitas tidak diturunkan, melainkan proses seleksi dirancang agar semua peserta bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa terhalang oleh keterbatasan fisik yang tidak relevan dengan tugas yang akan diemban. Jenis disabilitas yang telah direkrut antara lain amputasi, lumpuh layu atau kaku, paraplegia, dan cerebral palsy dengan tingkat ringan, yang semuanya masih mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri dan produktif. Ini adalah pengakuan bahwa kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh kondisi fisiknya, melainkan oleh kecerdasan, ketekunan, dan integritas yang ia miliki.


Jakarta- Polri juga tidak asal menerima kemudian membiarkan personel disabilitas berjuang sendiri, melainkan menempatkan mereka pada fungsi-fungsi yang paling sesuai dengan kompetensi dan latar belakang pendidikan, seperti administrasi, analisis kebijakan, pelayanan publik, teknologi informasi, hingga bidang kesehatan. Data menunjukkan bahwa program ini telah berjalan dengan hasil nyata, dengan dua peserta disabilitas direkrut melalui jalur SIPSS pada tahun 2024, 16 orang melalui Bintara di tahun yang sama, dan satu orang melalui Bintara pada tahun 2025, angka yang meskipun belum besar tetapi terus menunjukkan tren positif dan komitmen yang berkelanjutan. Johnny juga mengungkapkan bahwa Polri masih terus mengkaji jumlah ideal dan persentase rekrutmen ke depan, karena yang terpenting adalah memastikan kesesuaian dengan kebutuhan organisasi serta perkembangan regulasi yang dinamis.


Jakarta- Di tengah perjalanan panjang menuju institusi yang benar-benar inklusif, Polri menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, tetapi langkah awal ini sudah pantas diapresiasi sebagai bentuk keberanian untuk berubah. Program rekrutmen proaktif penyandang disabilitas adalah bukti bahwa Polri tidak hanya ingin menjadi institusi yang profesional dan modern, tetapi juga humanis dan menghormati hak setiap warga negara tanpa kecuali. Dengan terus membuka ruang pengabdian yang adil dan setara, Polri mengirimkan pesan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjuangan yang lebih bermakna. Dan bagi para penyandang disabilitas yang bercita-cita memakai seragam cokelat, mimpi itu kini semakin terjangkau, karena pintu telah terbuka dan hanya kompetensi serta integritas yang menjadi penentu akhir.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cegah Judi Online, Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa di Tangerang

Tangerang- Maraknya judi online dan pinjaman online ilegal di kalangan generasi muda mendorong Polri menggelar program Polri Goes to Campus ...

Post Bottom Ad