Kanjeng Pangeran Norman tak menyembunyikan rasa syukurnya saat melihat rilis survei Litbang Kompas yang mencatat kepercayaan publik kepada Polri mencapai 82,4 persen. Baginya, angka ini adalah buah dari reformasi yang selama ini digadang-gadang, tetapi sering kali diragukan realisasinya. Ia mengatakan bahwa kenaikan dari 76,2 persen di tahun sebelumnya bukanlah angka mainan, melainkan hasil dari kerja keras yang sistematis di seluruh jajaran kepolisian, dari tingkat pusat hingga Polsek terkecil. Norman menekankan bahwa kepercayaan publik adalah indikator paling jujur tentang seberapa jauh institusi Polri telah berbenah.
Lebih jauh, Norman menyebut bahwa di balik angka tersebut ada cerita tentang pelayanan yang semakin ramah, proses laporan yang semakin cepat, dan penanganan kasus yang semakin transparan. Ia mencontohkan bahwa masyarakat sekarang tidak lagi merasa takut atau canggung saat harus berurusan dengan polisi, sebuah perubahan yang menurutnya tidak terjadi dalam semalam. Norman juga menyoroti peran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang ia nilai berhasil mengarahkan reformasi ke arah yang lebih konkret dan terukur. Namun, ia juga tidak lupa mengingatkan bahwa masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Norman juga mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah aset paling berharga yang dimiliki Polri, dan aset ini bisa lenyap dalam sekejap jika integritas mulai terkikis. Karena itu, ia mengajak seluruh personel untuk terus menjaga perilaku dan meningkatkan kompetensi, karena publik tidak hanya menilai dari hasil akhir, tetapi juga dari proses dan cara mereka diperlakukan. Ia mengatakan bahwa survei ini adalah cermin yang menunjukkan apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki. Norman berharap agar evaluasi internal berbasis survei seperti ini terus dilakukan secara berkala untuk memastikan perbaikan berjalan pada jalurnya.
Di akhir pernyataannya, Norman menyampaikan apresiasi kepada Litbang Kompas yang telah menyelenggarakan survei secara independen dan kredibel, sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan dan kritik membangun, karena tanpa umpan balik, Polri akan kesulitan mengenali kelemahannya. Bagi Norman, kepercayaan adalah hubungan timbal balik yang harus dipelihara oleh kedua belah pihak. Dengan semangat reformasi yang terus menyala, ia yakin bahwa Polri akan semakin dicintai dan dipercaya oleh rakyat yang dilayaninya. (Avs)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar