Di Balik Pagar Pekarangan Kedungombo: Bhabin Mengawal Kambing, Ekonomi, dan Gizi Keluarga - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Sabtu, 06 Juni 2026

Di Balik Pagar Pekarangan Kedungombo: Bhabin Mengawal Kambing, Ekonomi, dan Gizi Keluarga


Tidak banyak yang menyadari bahwa di balik pagar sederhana rumah warga Desa Kedungombo, tersimpan kekuatan ekonomi dan gizi yang luar biasa, yaitu kambing-kambing yang dipelihara di lahan pekarangan. Pada Minggu (7/6/2026), BRIPKA Mahendra Aris. S, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, melakukan pemantauan langsung untuk memastikan bahwa ternak-ternak ini tidak hanya hidup, tetapi tumbuh sehat dan menguntungkan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional ketahanan pangan yang diembankan kepada aparat kepolisian di akar rumput. Bhabin menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan realitas di lapangan, mengubah pekarangan kosong menjadi lumbung protein hewani yang berkelanjutan.

Sambil memeriksa satu per satu kondisi kandang dan kesehatan kambing, BRIPKA Mahendra juga mendengarkan curhatan para peternak tentang kendala pakan, bibit, hingga pemasaran. Dari dialog ini, ia tidak hanya mencatat, tetapi juga memberikan solusi praktis yang langsung bisa diterapkan. Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menekankan bahwa pendampingan seperti ini adalah inti dari peran Polri dalam mendukung swasembada pangan. Sektor peternakan rakyat, menurutnya, memiliki peran strategis yang selama ini sering terabaikan, padahal jika dikelola dengan baik, kambing-kambing ini bisa menjadi tabungan hidup yang melindungi keluarga dari krisis pangan dan inflasi daging.

Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, mengungkapkan kebanggaannya terhadap inisiatif anggotanya yang turun langsung membangun kesadaran masyarakat. Ia berharap kehadiran Bhabin tidak hanya dirasakan saat ada masalah keamanan, tetapi juga dalam kegiatan produktif seperti peternakan kambing. Dengan pemantauan yang rutin, pola pemeliharaan yang bersih dan teratur akan terbiasa dilakukan warga, sehingga risiko penyakit ternak dapat diminimalkan. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan keuntungan ekonomi, sekaligus memastikan keluarga memiliki akses rutin terhadap protein hewani yang berkualitas.

Di akhir kunjungannya, BRIPKA Mahendra meninggalkan pesan singkat namun bermakna: bahwa setiap pekarangan adalah aset, setiap kambing adalah investasi, dan setiap keluarga adalah garda terdepan ketahanan pangan. Dari desa Kedungombo, sebuah gerakan kecil namun berdampak besar terus dipupuk. Ketika Bhabin dan warga bergandengan tangan, ketika kandang kambing tidak lagi dianggap kotor tetapi berharga, maka cita-cita ketahanan pangan nasional bukan lagi sekadar wacana. Ini adalah perubahan yang dimulai dari bawah, satu ekor kambing, satu pekarangan, dan satu senyum puas dari warga yang mulai merasakan hasilnya.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cegah Judi Online, Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa di Tangerang

Tangerang- Maraknya judi online dan pinjaman online ilegal di kalangan generasi muda mendorong Polri menggelar program Polri Goes to Campus ...

Post Bottom Ad