Bukan Sekadar Ikan, Tapi Masa Depan: Filosofi Budidaya Lele ala Bhabinkamtibmas Jekek - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Kamis, 04 Juni 2026

Bukan Sekadar Ikan, Tapi Masa Depan: Filosofi Budidaya Lele ala Bhabinkamtibmas Jekek


Di setiap cipratan air dari kolam lele milik warga Desa Jekek, Kecamatan Baron, Nganjuk, tersimpan filosofi yang jauh lebih dalam dari sekadar urusan lauk-pauk. Pada Jumat (5/6/2026), Aipda Suharto, Bhabinkamtibmas setempat, tidak sekadar memantau pertumbuhan ikan atau kondisi kolam. Ia sedang ikut menanamkan sebuah nilai besar kepada masyarakat: bahwa masa depan ketahanan pangan bangsa ini dimulai dari hal-hal kecil yang sering dianggap remeh, termasuk kolam sederhana di belakang rumah yang diisi dengan bibit lele. Ini bukan sekadar tentang ikan, tetapi tentang kemandirian, ketekunan, dan keberanian untuk memulai dari apa yang ada.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa program budidaya lele ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat dari konsumen pasif menjadi produsen aktif protein hewani. Lele dipilih bukan tanpa alasan; selain mudah dipelihara dan cepat panen, lele juga mengajarkan bahwa makhluk yang paling sederhana sekalipun bisa menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan jika dirawat dengan konsisten. Aipda Suharto pun tak pernah lelah menekankan kepada warga bahwa kesuksesan budidaya lele tidak diukur dari seberapa besar kolamnya, tetapi dari seberapa rutin ia diperhatikan. Kapolsek Baron AKP Roni Andreas Suharto menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan anggota yang aktif melakukan pendampingan seperti ini.

Di setiap kunjungannya, Aipda Suharto tidak hanya mengecek kondisi kolam, pertumbuhan ikan, dan ketersediaan pakan. Ia juga duduk bersama warga, mendengar cerita tentang kegagalan dan keberhasilan mereka, lalu memberikan semangat agar tidak menyerah ketika ada masalah seperti ikan mati mendadak atau pakan habis di tengah jalan. Pendekatan emosional inilah yang membuat warga merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan membangun ketahanan pangan keluarga. Mereka memiliki mitra yang tidak hanya memberi arahan tetapi juga hadir secara manusiawi dalam setiap suka dan duka.

Pada akhirnya, apa yang tumbuh di kolam-kolam Jekek bukan hanya lele yang gemuk dan siap panen. Yang sesungguhnya ditanam di sana adalah kemandirian, keberanian untuk mengambil risiko, dan keyakinan bahwa setiap keluarga bisa menjadi benteng terdepan ketahanan pangan nasional. Filosofi inilah yang akan terus disebarluaskan Polres Nganjuk ke seluruh penjuru daerah, satu kolam lele pada satu waktu. Karena ketika sebuah keluarga mampu memenuhi kebutuhan proteinnya sendiri, maka bangsa yang kuat bukan lagi sekadar wacana, tetapi kenyataan yang hidup.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jaring Atlet Potensial dari Kalangan Polisi, Kapolda Jatim Resmi Buka Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80

Siapa sangka, di balina pelindung dan pengayom masyarakat, tersimpan atlet-atlet potensial yang mungkin selama ini tidak terpantau. Kapolda ...

Post Bottom Ad