Pernahkah Anda membayangkan memiliki kebun sayur di rumah tipe 36? Warga Kelurahan Tanjunganom, Nganjuk, membuktikan bahwa itu mungkin. Senin (18/5/2026), AIPTU Saktian Suryani, Bhabinkamtibmas setempat, memantau langsung warga yang menerapkan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dengan metode vertikultur dan polybag. Di rumah-rumah yang hampir tidak memiliki halaman, tanaman sayuran justru tumbuh subur menempel di dinding, teras, dan pagar dalam polybag yang disusun rapi bertingkat.(Avs)
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut langkah ini sebagai terobosan penting. "Polri ingin masyarakat mandiri pangan, tidak tergantung pasokan luar," tegasnya. Metode vertikultur sangat sederhana: rak dari bambu atau kayu bekas diisi polybag, lalu ditanami bibit sayuran. Hasilnya, warga bisa memetik kangkung atau sawi segar tanpa harus pergi ke pasar. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa inovasi ini akan direplikasi ke kelurahan lain.(Avs)
Di lokasi, AIPTU Saktian tidak sekadar memotret lalu pergi. Ia duduk bersama warga, membahas kendala seperti hama ulat atau tanah yang terlalu padat. Ia memberikan solusi praktis: gunakan pestisida alami dari air bawang putih, dan campur sekam pada tanah polybag agar gembur. Warga pun antusias mendengarkan. Monitoring rutin ini membuat tanaman tetap sehat dan hasil panen melimpah setiap dua minggu.(Avs)
Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan massal. Rumah sempit bukan alasan untuk tidak bercocok tanam. Dengan vertikultur, setiap dinding rumah bisa menjadi kebun. Dengan polybag, setiap teras bisa menyumbang kebutuhan dapur. Bhabinkamtibmas Saktian siap terus mendampingi. Dari Tanjunganom, bukti nyata: rumah sempit pun bisa panen sayur, asalkan ada kemauan dan polisi yang menjadi mitra.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar