Selama ini, pusat perhatian masyarakat terhadap Brimob seringkali berkisar pada aksi-aksi dramatis pengamanan unjuk rasa atau operasi razia. Namun, di Polres Nganjuk pada Rabu (6/5/2026), ada pemandangan langka yang mengundang decak kagum warga. Para siswa Latihan Kerja Bintara Brimob, di bawah bimbingan Aipda Andik dalam program Polantas Menyapa, terlihat sibuk membantu pemohon SIM dengan senyuman dan kesabaran. Dampaknya langsung terasa: antrean yang biasanya dipenuhi wajah tegang dan cemberut, kali ini diwarnai tawa kecil dan rasa lega dari masyarakat yang merasa benar-benar diayomi.
Mengapa pendekatan ini begitu berpengaruh pada kepercayaan publik? Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian menjelaskan bahwa setiap interaksi positif antara polisi dan warga adalah investasi jangka panjang dalam reputasi institusi. Dalam coaching clinic tersebut, Aipda Andik membimbing para siswa Latja untuk tidak hanya menguji pemohon, tetapi juga memberi semangat, menjawab pertanyaan dengan sabar, dan tidak menunjukkan rasa bosan meskipun ditanya hal yang sama berulang kali. Warga yang datang awalnya was-was, perlahan-lahan mulai tersenyum kembali karena merasa diperlakukan dengan hormat. Beberapa bahkan berfoto bersama siswa Latja Brimob yang sedang bertugas, sebuah indikator sederhana namun kuat tentang naiknya tingkat kepercayaan.
Di lapangan, seorang pemohon SIM yang sudah tiga kali gagal di tempat lain mengaku bahwa untuk pertama kalinya ia merasa tidak dihakimi. "Bapak polisi yang tadi mendampingi saya tidak pernah membentak, malah memberi tahu saya di mana letak kesalahan saya dengan cara yang baik," ujarnya kepada petugas lain. Para siswa Latja Brimob yang mendengar langsung umpan balik positif tersebut mengaku terharu. Mereka menyadari bahwa satu tindakan kecil berupa kesabaran bisa mengubah pandangan seseorang terhadap institusi Polri secara keseluruhan.
AKP Ivan Danara Oktavian menutup dengan pesan bahwa pelayanan yang baik adalah jembatan emas menuju keprcayaan. "Kami ingin para siswa Latja memahami bahwa setiap senyuman, setiap kata sopan, dan setiap gestur ramah adalah batu bata yang membangun citra positif Polri di mata masyarakat," ujarnya. Dengan Polantas Menyapa, hubungan antara polisi dan warga Nganjuk tidak lagi sekadar vertikal antara pengatur dan yang diatur, tetapi menjadi hubungan yang hangat di mana masyarakat merasa dilayani oleh saudara sendiri, bukan ditakuti oleh aparat. Inilah kemenangan kecil namun bermakna dalam perang melawan skeptisme publik.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar