Ayam Kampung, Lahan Sempit, dan Bhabinkamtibmas: Tiga Pilar Ketahanan Pangan Kedungrejo - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Selasa, 05 Mei 2026

Ayam Kampung, Lahan Sempit, dan Bhabinkamtibmas: Tiga Pilar Ketahanan Pangan Kedungrejo


Di Desa Kedungrejo, Nganjuk, ketahanan pangan tidak hanya dibangun oleh petani dengan sawah luas, tetapi juga oleh ibu rumah tangga dengan pekarangan sempit yang ditanami ayam kampung. BRIPKA Miftakhul Hadi, K., Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, secara rutin memantau perkembangan peternakan ayam kampung milik warga binaannya sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Pada Selasa (5/5/2026), ia melakukan pengecekan kandang, mengevaluasi kesehatan ternak, serta berdiskusi dengan warga tentang pola pakan dan perawatan yang efektif dan efisien. Ayam kampung menjadi primadona karena selain tahan banting, ia juga bisa memanfaatkan sisa-sisa dapur sebagai pakan tambahan sehingga biaya operasional menjadi sangat minimal.

AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Bhabinkamtibmas yang turun langsung mendampingi warga. "Pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas diharapkan mampu mendorong warga untuk memanfaatkan lahan yang ada menjadi usaha produktif, termasuk ternak ayam kampung yang memiliki nilai konsumsi dan nilai jual tinggi," ujarnya. Menurutnya, ayam kampung memiliki potensi ekonomi yang seringkali dilupakan karena masyarakat lebih tertarik pada ayam ras yang tumbuh cepat. Padahal ayam kampung memiliki keunggulan dalam hal rasa, kandungan gizi, dan ketahanan terhadap perubahan cuaca, menjadikannya aset berharga dalam sistem pangan lokal yang berkelanjutan.

Di lapangan, BRIPKA Miftakhul Hadi menemukan bahwa warga Kedungrejo mulai menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap peternakan ayam kampung. Beberapa warga bahkan sudah memperluas kandangnya dari yang sebelumnya hanya mampu menampung 10 ekor menjadi 30 hingga 50 ekor. Dalam dialognya dengan warga, ia memberikan edukasi tentang pentingnya vaksinasi sederhana untuk mencegah penyakit ND dan flu burung yang sering menjadi momok peternak ayam kampung. Ia juga mencatat kendala yang dihadapi warga, seperti sulitnya mendapatkan bibit ayam kampung berkualitas dan mahalnya harga pakan jadi, lalu menjanjikan untuk mencari solusi bersama pihak desa dan dinas terkait.

Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir menyelesaikan masalah masyarakat secara holistik. "Kami ingin anggota menjadi penggerak yang benar-benar dirasakan masyarakat, salah satunya dengan mendukung usaha ternak warga agar mampu menopang ketahanan pangan sekaligus ekonomi keluarga," ujarnya. Melalui kegiatan rutin seperti ini, diharapkan Desa Kedungrejo mampu menciptakan ekosistem pangan yang mandiri, di mana setiap keluarga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasar untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Ayam kampung yang dipelihara dengan penuh perhatian akan menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan keluarga dan perekonomian desa.(Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masjid Al Ikhlas Polresta Sidoarjo Berubah Jadi Pelaminan: Seorang Tahanan Akhirnya Menikah

Masjid Al Ikhlas yang biasa digunakan untuk salat dan apel kepolisian, Jumat (29/5/2026) berubah fungsi menjadi tempat sakral. Bukan untuk k...

Post Bottom Ad