Suasana berbeda terlihat di kawasan Jembatan Ngawi Purba pada Minggu pagi, ketika puluhan personel Polres Ngawi bersama masyarakat dan lintas sektor rela bercelana pendek dan bercelup lumpur membersihkan aliran sungai yang mulai tersumbat. Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata program Indonesia ASRI yang menargetkan lingkungan Aman, Sehat, Resik, dan Indah, dengan fokus utama mencegah banjir melalui normalisasi aliran air. Tumpukan sampah plastik, ranting pohon, serta endapan lumpur yang tebal di sekitar pilar jembatan bersejarah itu diangkut menggunakan gerobak dan karung secara bergotong royong.
AKBP Prayoga menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Jembatan Purba bukan tanpa alasan: selain nilai sejarahnya yang tinggi, kawasan ini juga menjadi titik kritis di mana aliran sungai mulai menyempit akibat sedimentasi, yang jika dibiarkan akan menyebabkan luapan ke pemukiman padat saat hujan lebat. Keterlibatan lintas sektor seperti TNI, Dinas PU, dan relawan lingkungan dalam aksi ini menunjukkan bahwa persoalan sungai adalah tanggung jawab kolektif, bukan sekadar tugas pemerintah atau polisi semata. Ia menambahkan semangat gotong royong yang muncul dari warga sekitar menjadi energi utama yang membuat pekerjaan berat ini terasa lebih ringan.
Tak hanya membersihkan, Polres Ngawi juga membagi tim kecil untuk menyusuri hulu sungai dan mencatat titik-titik pembuangan sampah ilegal, sebagai langkah preventif jangka panjang. Selama kegiatan berlangsung, tidak ada keluhan dari warga; sebaliknya, banyak ibu-ibu yang membawa air minum dan camilan untuk para relawan, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. AKBP Prayoga menegaskan bahwa aksi seperti ini akan menjadi agenda rutin setiap bulan, tidak hanya saat musim hujan, demi menjaga konsistensi program ASRI di Kabupaten Ngawi.
Dengan telah dibersihkannya aliran sungai di Jembatan Purba, Polres Ngawi berharap potensi banjir di kawasan hilir dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa. AKBP Prayoga mengajak seluruh masyarakat Ngawi untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai, karena satu botol plastik yang terbuang sembarangan bisa menjadi cikal bakal bencana besar di kemudian hari. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar