Tidak semua lahan pertanian di Desa Plosoharjo, Pace, Nganjuk, subur dan mudah diolah. Sebagian masih kering, sulit air, dan hanya ditanami palawija seadanya. Namun, pada Kamis, 9 April 2026, datang Bripka Puguh Puji Santoso, Bhabinkamtibmas setempat dari Polsek Pace, Polres Nganjuk. Ia tidak hanya memantau, tapi juga memberikan asistensi intensif kepada pemilik lahan kering tersebut. Targetnya sederhana: mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dengan memastikan tidak ada satu jengkal pun lahan yang terbengkalai. Polres Nganjuk ingin polisi menjadi pemantik semangat bagi petani yang hampir putus asa.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas dalam sektor pertanian adalah bentuk nyata Polri yang membumi. "Kami tidak hanya hadir saat ada keributan. Kami hadir saat petani sedang pusing memikirkan air dan pupuk. Itulah pengabdian sejati," ujarnya. Bripka Puguh berdialog panjang dengan petani pemilik lahan kering, mendengarkan keluhan tentang sumber air yang jauh dan biaya pompanisasi yang mahal. Ia mencatat semua detail, lalu berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mencari solusi bersama, misalnya dengan mengusulkan bantuan sumur bor dari program ketahanan pangan desa.
AKP Pujo Santoso, Kapolsek Pace, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong Bhabinkamtibmas untuk proaktif di sektor pertanian. "Jangan tunggu petani datang ke kantor polisi. Datangi mereka di sawah, di ladang, di kebun. Tanyakan apa yang mereka butuhkan. Itulah polisi yang sebenarnya," tegasnya. Bripka Puguh sendiri mengaku bahwa lahan kering ini adalah tantangan terbesarnya. "Saya tidak bisa menjanjikan hujan, tapi saya bisa menjanjikan akan terus memperjuangkan hak petani untuk mendapatkan akses air dan subsidi pupuk. Itu komitmen saya," ungkapnya dengan nada penuh tekad.
Penutup dari aksi di lahan kering ini adalah tentang harapan yang tidak pernah padam. Polres Nganjuk membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal sawah yang subur, tapi juga soal bagaimana aparat peduli pada lahan-lahan marginal yang sering dilupakan. Dengan kehadiran Bripka Puguh, petani di Desa Plosoharjo tahu bahwa mereka tidak sendiri. Ada polisi yang siap mendampingi, bahkan di tanah yang paling kering sekalipun. Di Pace, setiap jengkal lahan adalah medan perjuangan, dan Bhabinkamtibmas adalah prajurit di garis terdepannya. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar