BRIGPOL Agung Pamuji, Bhabinkamtibmas Desa Malangsari, Polsek Warujayeng, Nganjuk, memiliki moto pribadi: "Tidak ada yang sia-sia di alam semesta, termasuk kotoran sapi." Motto inilah yang ia tanamkan kepada warga binaannya saat melaksanakan pemantauan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ternak sapi pada Jumat, 24 April 2026. Ia tidak hanya memeriksa kondisi kandang dan kesehatan hewan, tetapi juga mengedukasi warga tentang potensi ekonomi dari limbah ternak yang selama ini dibuang begitu saja. Tujuannya jelas: mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengelolaan limbah yang cerdas.
Bagaimana kotoran sapi bisa menghasilkan rupiah? BRIGPOL Agung Pamuji memaparkan kepada warga dengan data sederhana. Seekor sapi dewasa dapat menghasilkan sekitar 20 hingga 25 kilogram kotoran per hari. Jika dikalikan dengan jumlah sapi di desa mereka, angka limbah yang dihasilkan sangat besar. Jika semua limbah itu diolah menjadi pupuk organik, dengan harga jual pupuk organik sekitar lima ribu rupiah per kilogram, maka setiap ekor sapi dapat memberikan tambahan pendapatan ratusan ribu rupiah per bulan hanya dari kotorannya. Warga yang mendengar penjelasan ini tampak terkejut karena selama ini mereka tidak pernah menyadari bahwa mereka sedang membuang uang setiap hari.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyatakan bahwa pendekatan yang dilakukan BRIGPOL Agung Pamuji sangat cerdas karena tidak hanya mengingatkan tentang lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi yang sangat dekat dengan keseharian warga. Menurutnya, orang akan lebih termotivasi melakukan sesuatu jika mereka tahu ada keuntungan ekonomi di dalamnya. "Selamat kepada BRIGPOL Agung Pamuji. Teruslah berinovasi dan bantu masyarakat melihat peluang di mana orang lain hanya melihat masalah," ujar Kapolres.
Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menambahkan bahwa pihaknya akan membantu BRIGPOL Agung Pamuji untuk mencari pembeli pupuk organik dari luar desa. Ia juga berencana untuk menghubungkan kelompok tani ternak Malangsari dengan distributor pupuk di Kota Nganjuk. Dengan adanya pasar yang jelas, warga akan semakin termotivasi untuk mengelola limbah sapi mereka dengan serius. BRIGPOL Agung Pamuji sendiri optimis bahwa dalam enam bulan ke depan, Desa Malangsari bisa menjadi desa percontohan dalam hal pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan sekaligus menguntungkan secara ekonomi.(Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar