Bicara tentang ketahanan pangan, biasanya yang terbayang adalah peran penyuluh pertanian. Namun di Nganjuk, polisi justru mengambil peran aktif di garda terdepan. Seperti yang dilakukan Aiptu Suyanto di Desa Senjayan. Ia terjun langsung ke pekarangan warga, bukan untuk mengawasi, melainkan untuk membantu mewujudkan lahan produktif yang ditanami jagung. Ini adalah bukti bahwa Polri bisa bergerak cepat dan mandiri dalam mendukung program strategis nasional.
Pada Senin (16/3), Aiptu Suyanto mendampingi Sudaryono dan warga lainnya dalam proses penanaman. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen bahwa kehadiran polisi mencakup aspek kehidupan yang lebih luas. Di sela-sela kegiatan, ia juga menyempatkan diri untuk bercengkrama, mendengarkan segala keluh kesah warga. Mulai dari soal ketersediaan air hingga cara mengusir hama, semua dibahas dengan santai dan penuh kekeluargaan.
AKP Sugino, Kapolsek Gondang, sangat mengapresiasi inisiatif anak buahnya. Ia melihat bahwa dengan turun langsung ke ladang, polisi tidak hanya membantu program pangan, tetapi juga membangun modal sosial berupa kepercayaan. "Ini adalah investasi kamtibmas jangka panjang. Ketika warga sudah percaya, maka informasi sekecil apa pun akan mereka sampaikan. Keamanan bukan lagi tanggung jawab polisi semata, tapi milik kita bersama," tutupnya memberikan perspektif baru tentang makna keamanan sesungguhnya. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar