Di sudut Desa Tanjunganom, Kecamatan Warujayeng, terlihat pemandangan yang tidak biasa. Seorang polisi dengan sabar mendampingi warga menata polybag berisi bibit cabai merah dan sayur-sayuran. AIPTU Saktian Suryani, Bhabinkamtibmas setempat, hadir pada Senin (30/3/2026) untuk memberikan asistensi dalam program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Kegiatan ini bukan sekadar bercocok tanam biasa, tetapi merupakan gerakan kolektif untuk mendukung ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang selama ini mungkin terabaikan. Dengan polybag sebagai media, warga membuktikan bahwa sempitnya lahan bukan halangan untuk produktif.
Kapolsek Warujayeng, Kompol Ahmad Junaedi, S.H., menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya Polri untuk mendorong kemandirian pangan di tingkat masyarakat. Ia menilai bahwa pendekatan yang dilakukan Bhabinkamtibmas sangat tepat karena menyentuh langsung kebutuhan warga. “Melalui peran Bhabinkamtibmas, kami terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan berbagai metode, salah satunya menggunakan polybag. Ini merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam mendukung ketahanan pangan,” ujarnya. Dengan pendampingan yang humanis, warga merasa didukung dan termotivasi untuk memulai.
AIPTU Saktian mengungkapkan bahwa pemilihan cabai merah sebagai salah satu komoditas utama didasarkan pada nilai ekonominya yang tinggi. Selain itu, sayur-sayuran dipilih untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian keluarga. Dalam asistensinya, ia memberikan panduan teknis mulai dari persiapan media tanam, pemilihan bibit unggul, hingga jadwal perawatan yang tepat. “Kami memberikan asistensi dan pemantauan agar warga dapat mengelola tanaman sayur dan cabai merah dengan baik. Harapannya, hasilnya bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan bahkan dapat dijual untuk menambah penghasilan,” ungkapnya. Dengan pendekatan ini, warga tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga belajar mengelola hasil panen secara mandiri.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara polisi dan warga. AIPTU Saktian menyebut bahwa interaksi seperti ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik. Warga yang sebelumnya mungkin merasa canggung, kini lebih terbuka dan nyaman berdialog dengan aparat. Ia berharap bahwa program P2B ini tidak hanya menghasilkan tanaman yang subur, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan yang kuat antara polisi dan masyarakat di Desa Tanjunganom.
Dengan keberhasilan pendampingan di desa ini, Kapolsek Warujayeng berencana untuk memperluas program ke desa-desa lain di wilayahnya. Menurutnya, tantangan ketahanan pangan membutuhkan gerakan masif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Polisi, melalui Bhabinkamtibmas, memiliki peran strategis sebagai motor penggerak di tingkat desa. Dengan semangat gotong royong dan pemanfaatan pekarangan yang optimal, ketahanan pangan bukan lagi sekadar impian, tetapi menjadi kenyataan yang dibangun bersama. Polybag yang sederhana kini menjadi saksi atas kolaborasi nyata antara polisi dan warga dalam menciptakan kesejahteraan. (Avs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar