SURABAYA - Ribuan personel gabungan serentak mengambil sikap sempurna di Lapangan Mapolda Jatim, menandai dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026. Dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, apel gelar pasukan ini menjadi pertanda bahwa mesin pengamanan mudik telah siap bergerak penuh selama 13 hari ke depan. Dengan mengusung semangat pelayanan, para personel akan diterjunkan untuk memastikan setiap pemudik sampai tujuan dengan selamat.
Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan bahwa operasi kali ini merupakan hasil penyempurnaan dari evaluasi tahun lalu. Sebelumnya, Polda Jatim juga telah menjalankan Operasi Pekat untuk menekan potensi gangguan selama Ramadhan. Hasilnya, berbagai masukan dari masyarakat dan pengalaman di lapangan dijadikan bahan perbaikan, sehingga pelayanan saat mudik nanti bisa lebih responsif dan menyentuh langsung kebutuhan warga.
Lebih dari 16 ribu personel yang terdiri dari TNI, Polri, dan instansi terkait akan mengamankan 20.097 titik rawan. Pos-pos pengamanan dan pelayanan tidak hanya disiapkan di jalur tol dan arteri, tetapi juga di tempat-tempat wisata dan pusat ibadah. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat pasca-Lebaran, mulai dari tradisi halal bihalal hingga rekreasi keluarga yang kerap memadati berbagai lokasi.
Kapolda Jatim mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Ia mengingatkan bahwa mematuhi rambu lalu lintas, mengecek kondisi kendaraan, dan beristirahat cukup adalah kunci utama perjalanan mudik yang aman. "Keselamatan adalah tujuan utama," tegasnya, seraya berharap seluruh rangkaian pengamanan ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam merayakan kemenangan bersama keluarga tercinta.(Avs)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar