Saat Polres Nganjuk Menjadi Guru Dadakan, 80 Siswa SMK Diajari Etika Ber-AI - RADAR KOTA ANGIN

RADAR KOTA ANGIN

BERITA HARIAN SEPUTAR NGANJUK

test banner

Breaking

Home Top Ad

asolole

Rabu, 02 September 2026

Saat Polres Nganjuk Menjadi Guru Dadakan, 80 Siswa SMK Diajari Etika Ber-AI


Nganjuk- Tim Trainer Polres Nganjuk menyandang peran berbeda pada Kamis (3/9/2026) ketika mereka memasuki ruang kelas SMK 1 Muhammadiyah Kabupaten Nganjuk untuk mengedukasi 80 siswa tentang kecerdasan buatan. Mereka datang bukan dengan seragam formal penuh kewibawaan, melainkan dengan pendekatan ramah yang mengundang rasa ingin tahu para pelajar. Misi mereka jelas: menjadikan generasi muda tidak hanya mahir menggunakan AI, tetapi juga memahami etika dan tanggung jawab di balik setiap klik dan perintah.


Dalam sesi yang hangat dan penuh diskusi, tim trainer menjelaskan berbagai aspek penting AI, mulai dari cara kerja algoritma hingga implikasi sosial yang ditimbulkan oleh penggunaannya yang tidak terkendali. Mereka menekankan bahwa AI memiliki potensi luar biasa untuk membantu pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi bumerang jika digunakan tanpa kehati-hatian. Para siswa diajak merenungkan bahwa setiap hasil yang dihasilkan AI harus disaring dengan akal sehat dan nilai-nilai kebenaran.


Tim trainer juga menggarisbawahi bahwa kualitas output AI sangat dipengaruhi oleh prompt yang diberikan, sehingga pengguna harus memiliki keterampilan komunikasi dan berpikir logis yang baik. Mereka memberi ilustrasi bahwa memberikan instruksi kepada AI sama seperti memberi arahan kepada orang lain, semakin jelas dan detail, semakin tepat hasil yang akan diterima. Siswa didorong untuk tidak malas dalam menyusun prompt dan selalu bersedia mengulang jika hasil pertama belum memuaskan.


Seorang siswa yang hadir mengaku bahwa ia sebelumnya tidak pernah memikirkan aspek etika saat menggunakan AI, karena ia menganggap teknologi ini netral dan bebas risiko. Namun, setelah mengikuti edukasi, ia menyadari bahwa cara menggunakan AI sangat menentukan apakah teknologi ini membawa manfaat atau justru merugikan dirinya dan orang lain. Ia pun berkomitmen untuk lebih bijak dan selalu memeriksa setiap informasi yang dihasilkan AI sebelum menyebarkannya.


Polres Nganjuk berharap kegiatan ini menjadi pijakan bagi terciptanya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara etika dalam menghadapi derasnya arus teknologi. Tim trainer menutup sesi dengan pesan bahwa AI adalah cermin dari penggunanya, sehingga kebaikan dan keburukan yang muncul sebenarnya berasal dari tangan manusia sendiri. Dengan kesadaran ini, para siswa diharapkan mampu menjadi duta literasi AI yang membawa perubahan positif di lingkungan mereka. (Avs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saat Polres Nganjuk Menjadi Guru Dadakan, 80 Siswa SMK Diajari Etika Ber-AI

Nganjuk- Tim Trainer Polres Nganjuk menyandang peran berbeda pada Kamis (3/9/2026) ketika mereka memasuki ruang kelas SMK 1 Muhammadiyah Kab...

Post Bottom Ad